Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menuntut desain proyek inovatif yang mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) melalui pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan membangun model konseptual Local Wisdom-Based Social Mapping for P5-PPRA (LWSM-P5) di Madrasah Ibtidaiyah. Menggunakan pendekatan library research dengan desain content analysis, penelitian ini menganalisis 20 literatur yang diseleksi melalui protokol PRISMA 2020 dari basis data Google Scholar, Crossref, DOAJ, dan Garuda menggunakan kata kunci "P5", "P5-PPRA", "Rahmatan Lil Alamin", "pemetaan sosial", "kearifan lokal", dan "Kurikulum Merdeka MI" dengan rentang publikasi 2022–2026. Analisis data dilakukan melalui open coding, axial coding, selective coding, thematic synthesis, dan cross-literature validation. Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan utama: (1) ditemukan enam tema implementasi P5-PPRA, yaitu identifikasi potensi sosial-budaya, pemetaan sosial, eksplorasi kearifan lokal, integrasi dimensi P5-PPRA, desain project-based learning, dan refleksi-evaluasi dampak; (2) dirumuskan model konseptual LWSM-P5 dengan enam tahap iteratif yang mengintegrasikan empat input (potensi sosial-budaya, masalah sosial, kearifan lokal, dimensi P5-PPRA) didukung enam grand theory (Lickona, Kolb, Vygotsky, Sobel, Wagiran, Thomas) dan kolaborasi multi-stakeholder; serta (3) validasi silang-literatur menunjukkan bahwa pendekatan pemetaan sosial berbasis kearifan lokal menghasilkan kontekstualisasi dan pemberdayaan komunitas yang lebih mendalam dibandingkan desain proyek konvensional. Implikasi penelitian ini adalah perlunya MI mengembangkan proyek P5-PPRA yang berakar pada ekologi sosial-budaya komunitas sekitar untuk membentuk siswa berkarakter Pancasila dan beridentitas rahmatan lil alamin