Iin Gusmana
Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Rahmatan Lil Alamin Melalui Pemetaan Sosial Berbasis Kearifan Lokal di MI Iin Gusmana
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i1.10253

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menuntut desain proyek inovatif yang mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) melalui pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan membangun model konseptual Local Wisdom-Based Social Mapping for P5-PPRA (LWSM-P5) di Madrasah Ibtidaiyah. Menggunakan pendekatan library research dengan desain content analysis, penelitian ini menganalisis 20 literatur yang diseleksi melalui protokol PRISMA 2020 dari basis data Google Scholar, Crossref, DOAJ, dan Garuda menggunakan kata kunci "P5", "P5-PPRA", "Rahmatan Lil Alamin", "pemetaan sosial", "kearifan lokal", dan "Kurikulum Merdeka MI" dengan rentang publikasi 2022–2026. Analisis data dilakukan melalui open coding, axial coding, selective coding, thematic synthesis, dan cross-literature validation. Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan utama: (1) ditemukan enam tema implementasi P5-PPRA, yaitu identifikasi potensi sosial-budaya, pemetaan sosial, eksplorasi kearifan lokal, integrasi dimensi P5-PPRA, desain project-based learning, dan refleksi-evaluasi dampak; (2) dirumuskan model konseptual LWSM-P5 dengan enam tahap iteratif yang mengintegrasikan empat input (potensi sosial-budaya, masalah sosial, kearifan lokal, dimensi P5-PPRA) didukung enam grand theory (Lickona, Kolb, Vygotsky, Sobel, Wagiran, Thomas) dan kolaborasi multi-stakeholder; serta (3) validasi silang-literatur menunjukkan bahwa pendekatan pemetaan sosial berbasis kearifan lokal menghasilkan kontekstualisasi dan pemberdayaan komunitas yang lebih mendalam dibandingkan desain proyek konvensional. Implikasi penelitian ini adalah perlunya MI mengembangkan proyek P5-PPRA yang berakar pada ekologi sosial-budaya komunitas sekitar untuk membentuk siswa berkarakter Pancasila dan beridentitas rahmatan lil alamin
Peran Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan IPAS: Studi Kasus MI Darussalam, Pasir Pengaraian Rokan Hulu, Riau iin Gusmana
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 Juni (2026): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v8i1.1616

Abstract

This study aims to analyze the role of information technology in improving the quality of Natural and Social Sciences (IPAS) education at MI Darussalam, Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau. The study employed a qualitative approach using a case study design. Research participants consisted of the principal, IPAS teachers, classroom teachers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that information technology plays a significant role in enhancing the quality of IPAS learning through the use of educational videos, digital media, internet resources, and interactive presentations. The integration of information technology was found to increase students’ learning motivation, classroom participation, conceptual understanding, and twenty-first-century skills such as digital literacy, critical thinking, creativity, and independent learning. Furthermore, information technology supports the effectiveness of teaching practices and educational management within the madrasah. Supporting factors include strong leadership from the principal, the availability of technological facilities, and teachers’ readiness to adopt digital tools, while challenges include limited digital infrastructure, unstable internet connectivity, and varying levels of teachers’ digital competence. This study concludes that information technology is a strategic instrument for improving the quality of IPAS education in Islamic elementary schools and promoting innovative, interactive, and future-oriented learning environments.