Ramadhan, Muhammad Syafrie
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik pada LAZISMU Jawa Barat Rajbaniah, Silvia; Tunnisa, Zahroh; Herawan, Felisha Edelisia; Indriyoanda, Agra Alfathoni; Ramadhan, Muhammad Syafrie
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v7i1.11832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik di LAZISMU Jawa Barat, khususnya melalui program ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan dana ZIS di LAZISMU Jawa Barat dilakukan melalui proses penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Strategi penghimpunan dilakukan melalui metode konvensional dan digital, sedangkan pendistribusian dana dilakukan melalui lima program utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan kemanusiaan, serta sosial dakwah. Program ekonomi melalui pemberdayaan UMKM menjadi salah satu program unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui bantuan modal usaha, bantuan sarana usaha, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan, kemandirian ekonomi, serta kualitas hidup mustahik. Dengan demikian, pengelolaan dana ZIS di LAZISMU Jawa Barat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Strategi Pengelolaan Dana ZISWAF dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat pada LAZISWAF Al-Hilal Assyfa, Rahmalia; Puspita Sari, Riska; Ismawati, Mila; Nur Rohman, Muh. Alfan; Ramadhan, Muhammad Syafrie
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 7 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v7i2.11880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dana ZISWAF dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat pada LAZISWAF Al-Hilal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Data yang dianalisis diperoleh dari jurnal, buku, artikel, serta informasi terkait penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana ZISWAF di LAZISWAF Al-Hilal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISWAF Al-Hilal menerapkan strategi penghimpunan dana secara langsung dan digital, pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, serta penyaluran program yang tepat sasaran kepada mustahik. Selain itu, komunikasi yang efektif turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga
Analisis Kriteria Penerima Beasiswa Pendidikan bagi Anak Yatim dan Dhuafa pada LAZNAS PYI: Perspektif Good Zakat Governance Mufadhdhal, Mufid; Salsabiil Fadhilah, Jehaan Devanya; Saraswati, Niken; Farhana Muslim, Hamia; Ramadhan, Muhammad Syafrie
JIES : Journal of Islamic Economics Studies Vol. 7 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jies.v7i2.11976

Abstract

Penelitian ini menganalisis kriteria dan mekanisme seleksipenerima beasiswa pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa padaLAZNAS PYI Yatim dan Zakat. Dengan pendekatan kualitatif studikasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalamsemi-terstruktur terhadap empat informan kunci, dilengkapi analisisdokumentasi pedoman operasional dan laporan program. Temuanmenunjukkan bahwa LAZNAS PYI menerapkan filosofi “YatimBuilding” yang menempatkan pendidikan sebagai investasi modalmanusia jangka panjang, bukan sekadar bantuan konsumtif. Kriteriaseleksi mencakup enam dimensi: status yatim atau dhuafa, kondisiekonomi keluarga, kerentanan pendidikan, rentang usia masuk(TK–kelas 5 SD), kondisi psikologis, dan persetujuan keluarga.Evaluasi melalui kerangka Good Zakat Governance (GZG)mengonfirmasi bahwa praktik LAZNAS PYI memenuhi prinsipakuntabilitas, transparansi, kepatuhan syariah, dan pemberdayaanmustahik berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modelseleksi berlapis ini merepresentasikan paradigma zakat produktifyang berorientasi pada pemutusan rantai kemiskinan antargenerasimelalui intervensi pendidikan yang sistematis. This study examines the criteria and selection mechanisms governingeducational scholarship recipients for orphaned (yatim) and economicallydisadvantaged (dhuafa) children at LAZNAS PYI Yatim dan Zakat, a nationallyrecognized zakat institution in Indonesia. Employing a qualitative single casestudy design, data were gathered through semi-structured in-depth interviews with four institutional informants, supplemented by documentary analysis ofoperational guidelines and program reports. The findings demonstrate thatLAZNAS PYI operationalizes a distinctive “Yatim Building” philosophy, whichreframes zakat-based education as a long-term human capital investment — adeliberate departure from conventional consumptive charity models. Theselection framework integrates six criteria: orphan or dhuafa status, familyeconomic condition, educational vulnerability, age eligibility (early childhood toGrade 5), psychological readiness, and legal family consent. Analysis against theGood Zakat Governance (GZG) framework confirms institutional alignment withthe principles of accountability, transparency, sharia compliance, andsustainable mustahik empowerment. This study concludes that structured,multi-layered recipient selection constitutes not merely an administrativeprocedure, but a fundamental manifestation of amanah and institutionalaccountability in breaking the intergenerational poverty cycle throughsystematic educational intervention.