Muslihatin Khuril Rosyida
Universitas Medika Suherman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID PADA SINDROM STAGNASI QI DAN XUE DI KLINIK BIDAN ā€œSā€ BANDUNG Hamidah Hamidah; Stefanus Aditya; Anis Lupita Ningrum; Muslihatin Khuril Rosyida; Franciscus Xaverius
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/h7ypfn22

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan menstruasi yang sering dialami wanita usia reproduksi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, serta kualitas hidup. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, nyeri haid dapat dikaitkan dengan sindrom stagnasi qi dan xue, yaitu kondisi terganggunya kelancaran energi vital dan darah pada sistem meridian. Akupunktur merupakan salah satu terapi komplementer yang berpotensi menurunkan nyeri melalui pengaturan meridian serta mekanisme neurofisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi akupunktur pada titik SP 6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong), dan ST 36 (Zusanli) terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada penderita sindrom stagnasi qi dan xue di Klinik Bidan ā€œSā€ Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Terapi akupunktur diberikan sebelum menstruasi, dan intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri menurun dari 6,00 sebelum terapi menjadi 2,06 setelah terapi, dengan selisih rerata 3,94 atau 65%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi akupunktur dengan nilai p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur pada titik SP 6, CV 4, LI 4, LR 3, dan ST 36 berhubungan dengan penurunan intensitas nyeri haid pada penderita sindrom stagnasi qi dan xue. Namun, penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan jumlah sampel lebih besar diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitasnya.