Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN AKUPUNKTUR DALAM PERUBAHAN KADAR GULA DARAHPADA PENDERITA DIABETES SINDROM (XIAO KE) PANAS PARU Emma; Anis Lupita Ningrum Lupita Ningrum; Stefanus Aditya; Franciscus Xaverius
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/j1t42752

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia. Dengan meningkatnya prevalensi diabetes, penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas paru. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil distribusi frekuensi dari keseluruhan 20 subjek penelitian menunjukkan bahwa jumlah perempuan lebih tinggi (14 subjek = 70 %)  dibandingkan dengan laki – laki (6 subjek = 30 %). Subjek penelitian terbanyak berada pada usia 38 tahun (4 subjek = 20 %), terrendah pada usia 30 tahun (1 subjek = 5 %). Subjek penelitian terbanyak adalah buruh pabrik (9 subjek = 45 %), pedagang ( 6 subjek = 30 %) dan IRT (5 subjek = 25 %). Sebelum dilakukan intervensi terdapat subjek penelitian dengan angka tertinggi sebesar 141 mg/dl (1 subjek =5 %) dan paling rendah 127 mg/dl (1 subjek = 5 %) dengan rata-rata 135.60 mg/dl. Kadar gula tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 121 mg/dl (2 subjek =10 %) dan paling rendah 110 mg/dl (2 subjek = 10 %) dengan rata-rata 110.45 mg/dl.  Penurunan kadar gula tertinggi di angka 24 mg/dl sebanyak 4 subjek (20 %), sedangkan terendah diangka 19 mg/dl sebanyak 1 subjek (5 %). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk nilai > dari 0.05 sehingga data diatas berdistribusi normal. Oleh karena itu selanjutnya dilakukan uji t-test. Hasil paired sample t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan setelah dilakukan intervensi yaitu nilai sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005. Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas paru dengan angka rata-rata penurunan kadar gula darah sebelum intervensi sebesar 135.60 mg/dl dan setelah intervensi sebesar 110.45 mg/dl dengan perbedaan penurunan sebesar 24.30 mg/dl (17.92 %).
EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID PADA SINDROM STAGNASI QI DAN XUE DI KLINIK BIDAN “S” BANDUNG Hamidah Hamidah; Stefanus Aditya; Anis Lupita Ningrum; Muslihatin Khuril Rosyida; Franciscus Xaverius
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/h7ypfn22

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan menstruasi yang sering dialami wanita usia reproduksi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, produktivitas, serta kualitas hidup. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, nyeri haid dapat dikaitkan dengan sindrom stagnasi qi dan xue, yaitu kondisi terganggunya kelancaran energi vital dan darah pada sistem meridian. Akupunktur merupakan salah satu terapi komplementer yang berpotensi menurunkan nyeri melalui pengaturan meridian serta mekanisme neurofisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi akupunktur pada titik SP 6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong), dan ST 36 (Zusanli) terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada penderita sindrom stagnasi qi dan xue di Klinik Bidan “S” Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Terapi akupunktur diberikan sebelum menstruasi, dan intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri menurun dari 6,00 sebelum terapi menjadi 2,06 setelah terapi, dengan selisih rerata 3,94 atau 65%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi akupunktur dengan nilai p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur pada titik SP 6, CV 4, LI 4, LR 3, dan ST 36 berhubungan dengan penurunan intensitas nyeri haid pada penderita sindrom stagnasi qi dan xue. Namun, penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan jumlah sampel lebih besar diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitasnya.
Analisis Penerapan Yoga dalam Meningkatkan Konsentrasi dan Perkembangan Motorik Anak pada Usia Prasekolah Prisma Linda; Dea Pebrianti; Stefanus Aditya; Endy Safadilla
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1283

Abstract

Usia prasekolah (3–6 tahun) merupakan masa kritis dalam perkembangan motorik dan kognitif anak. Kekurangan stimulasi pada masa ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, perkembangan motorik yang terhambat, serta masalah perilaku jangka panjang. Yoga anak merupakan intervensi integratif yang menggabungkan gerakan fisik, pernapasan, dan relaksasi. Artikel ini bertujuan menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan yoga dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan perkembangan motorik anak usia prasekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, GARUDA, ScienceDirect, dan DOAJ menggunakan kata kunci terstruktur. Sebanyak 22 artikel jurnal yang diterbitkan dalam rentang 2018–2023 dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa yoga anak secara signifikan meningkatkan motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi bilateral, konsentrasi belajar, kecerdasan emosional, regulasi diri, dan kecerdasan spiritual. Program yoga dengan durasi 8–12 minggu dan frekuensi 2–3 kali per minggu memberikan dampak paling optimal. Yoga anak layak diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai stimulasi tumbuh kembang yang holistik dan berbasis bukti.
Literature Review : Pengaruh Terapi Akupunktur Terhadap Kualitas Hidup Penderita Pasca Stroke Ony Susita; Hari Iskandar Kang; Stefanus Aditya; Muslihatin khuril R; Franciscus Xaverius
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2825

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Terapi akupunktur, sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, telah digunakan secara luas sebagai terapi komplementer dalam rehabilitasi pasca stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah mengenai pengaruh terapi akupunktur terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review terhadap 15 jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2024. Data dikumpulkan dari berbagai basis data online seperti National Center of Biotechnology Information (NCBI), Frointiers in Neurology, Google Scholar, dan Garuda Ristekbrin. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa akupunktur memberikan dampak positif terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien pasca stroke. Terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik, mengurangi nyeri, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan kelelahan serta depresi. Kesimpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup penderita pasca stroke, terutama bila dikombinasikan dengan rehabilitasi konvensional.