Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Staf Gizi Rumah Sakit dalam Pembuatan Formula Enteral Inovatif Putih Telur-Soya Noor Diah Erlinawati; Sylvia Rianissa Putri; Hilda Taurina
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.2983

Abstract

Malnutrisi merupakan komplikasi yang sering didapatkan pada perawatan pasien tuberkulosis paru aktif. Malnutrisi ditandai dengan ditemukan asupan kalori dan protein yang tidak memadai. Pemberian nutrisi enteral protein tinggi kepada pasien malnutrisi secara signifikan dapat meningkatkan kapasitas fungsional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RS Bhayangkara Bengkulu. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan staf nutrisi rumah sakit dalam merumuskan nutrisi berprotein tinggi dan menganalisis efektivitas dukungan nutrisi terhadap pemulihan pasien. Tahap pertama melibatkan pelatihan 10 staf instalasi nutrisi untuk dilakukan pelatihan, perumusan formulasi makanan enteral protein tinggi dengan menggunakan bahan susu skim, isolat protein kedelai, dan bubuk putih telur. Pada kegiatan ini dihasilkan dua  jenis formulasi makanan enteral dengan komposisi sama namun berbeda rasa, FTB1 memiliki rasa cocopandan dan FTB2 memiliki rasa frambozen. Tahap kedua adalah uji organoleptik yang melibatkan 16 individu sehat yang berada di RS. Hasil menunjukkan bahwa formula FTB2 mendapat nilai lebih tinggi berdasarkan kriteria rasa, aroma, dan viskositas dibandingkan dengan FTB1, meskipun FTB1 lebih unggul dalam warna. Tahap ketiga adalah pemberian makan enteral pada 10 pasien rawat inap dan evaluasi pemberiannya selama perawatan. Pada saat pemberian, tidak ditemukan adanya intoleransi gastrointestinal (kembung, muntah, atau diare). Selain itu, terjadi peningkatan asupan makan yang memenuhi 90-100% dari total kebutuhan kalori pasien yang menerima FTB, dengan formula enteral yang memberikan peningkatan 20-30% pada total asupan oral. Pembuatan formula enteral dari bahan lokal lebih mudah diimplementasikan dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Program ini mengoptimalkan penerapan hasil riset dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyediakan alternatif yang hemat biaya dibandingkan dengan formula komersial.
Hubungan Efek Samping Obat Antituberkulosis Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Lingkar Timur Meka Yolanda; Sylvia Rianissa Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1355

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan TB yang berlangsung lama dapat menimbulkan efek samping obat antituberkulosis (OAT) yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping OAT dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden mengalami efek samping kategori sedikit sebanyak 29 responden (82,9%), sedangkan 6 responden (17,1%) mengalami efek samping kategori banyak. Tingkat kepatuhan menunjukkan 19 responden (54,3%) patuh dan 16 responden (45,7%) tidak patuh. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Semakin banyak efek samping yang dialami, semakin rendah tingkat kepatuhan pengobatan pasien.