Malnutrisi merupakan komplikasi yang sering didapatkan pada perawatan pasien tuberkulosis paru aktif. Malnutrisi ditandai dengan ditemukan asupan kalori dan protein yang tidak memadai. Pemberian nutrisi enteral protein tinggi kepada pasien malnutrisi secara signifikan dapat meningkatkan kapasitas fungsional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RS Bhayangkara Bengkulu. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan staf nutrisi rumah sakit dalam merumuskan nutrisi berprotein tinggi dan menganalisis efektivitas dukungan nutrisi terhadap pemulihan pasien. Tahap pertama melibatkan pelatihan 10 staf instalasi nutrisi untuk dilakukan pelatihan, perumusan formulasi makanan enteral protein tinggi dengan menggunakan bahan susu skim, isolat protein kedelai, dan bubuk putih telur. Pada kegiatan ini dihasilkan dua jenis formulasi makanan enteral dengan komposisi sama namun berbeda rasa, FTB1 memiliki rasa cocopandan dan FTB2 memiliki rasa frambozen. Tahap kedua adalah uji organoleptik yang melibatkan 16 individu sehat yang berada di RS. Hasil menunjukkan bahwa formula FTB2 mendapat nilai lebih tinggi berdasarkan kriteria rasa, aroma, dan viskositas dibandingkan dengan FTB1, meskipun FTB1 lebih unggul dalam warna. Tahap ketiga adalah pemberian makan enteral pada 10 pasien rawat inap dan evaluasi pemberiannya selama perawatan. Pada saat pemberian, tidak ditemukan adanya intoleransi gastrointestinal (kembung, muntah, atau diare). Selain itu, terjadi peningkatan asupan makan yang memenuhi 90-100% dari total kebutuhan kalori pasien yang menerima FTB, dengan formula enteral yang memberikan peningkatan 20-30% pada total asupan oral. Pembuatan formula enteral dari bahan lokal lebih mudah diimplementasikan dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Program ini mengoptimalkan penerapan hasil riset dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyediakan alternatif yang hemat biaya dibandingkan dengan formula komersial.