Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Manajemen Aset Konstruksi dan Revitalisasi Infrastruktur Sosial di TPST 3R Gadingkulon Indra Lukmana Putra; Annisa Fatimah; Moch. Khamim; Novi Nugrahani; Nindia Rizky Ismawa; Nugraha Wijayanto
Darma Abdi Karya Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Abdi Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/darmaabdikarya.v5i1.3016

Abstract

Sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di negara berkembang mengalami tata kelola aset terfragmentasi, praktik pemeliharaan reaktif, dan pemanfaatan infrastruktur sosial yang belum optimal, sehingga membatasi efisiensi operasional dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam rangka mengatasi ketidakefisienan struktural tersebut melalui intervensi pengabdian kepada masyarakat di TPST 3R Gading Kulon, Kota Malang, dengan mengintegrasikan manajemen aset konstruksi dan revitalisasi infrastruktur sosial. Intervensi meliputi penataan ulang infrastruktur, inventarisasi dan klasifikasi aset secara sistematis, pengembangan protokol pemeliharaan yang terstandarisasi, serta penerapan sistem pencatatan aset dan keuangan yang akuntabel. Optimalisasi alur kerja dan reorganisasi tata ruang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, sirkulasi pengguna, dan pemanfaatan fungsi fasilitas. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, konsultasi dengan pemangku kepentingan, dan penilaian operasional sebelum dan sesudah intervensi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan fungsi infrastruktur, keterlacakan aset, dan kualitas tata kelola. Peralihan dari pemeliharaan reaktif ke pemeliharaan terstruktur mengurangi gangguan operasional dan memperpanjang umur layanan aset. Integrasi sistem pengelolaan keuangan dan aset meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan pengambilan keputusan dalam kerangka operasional TPST 3R. Kontribusi pada literatur ilmu manajemen dengan menawarkan model integratif yang menghubungkan tata kelola aset teknis dengan hasil sosial-ekonomi. Model tersebut menunjukkan skalabilitas dan relevansi sistem infrastruktur terdesentralisasi serupa di negara berkembang. Program ini sejalan dengan SDGs tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), sekaligus mendukung RPJMN Indonesia 2025–2029 dan prioritas riset nasional di bidang teknologi terapan serta infrastruktur berkelanjutan.
Strengthening Construction, Asset Management, and Revitalization of Social Infrastructure at TPST 3R Gadingkulon Indra Lukmana Putra; Annisa Fatimah; Moch. Khamim; Novi Nugrahani; Nindia Rizky Ismawa; Andi Kusuma Indrawan; Nugraha Wijayanto
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i2.866

Abstract

Community-based waste management systems in developing economies often suffer from fragmented asset governance, reactive maintenance, and underutilized social infrastructure, limiting operational efficiency and sustainability. This study addresses these inefficiencies through a community service intervention at TPST 3R Gading Kulon, Malang City, integrating construction asset management with social infrastructure revitalization. The program adopts a socio-technical systems perspective, repositioning infrastructure as both a functional asset and a platform for community empowerment. The intervention included infrastructure reconfiguration, systematic asset inventory, standardized maintenance protocols, and accountable financial-asset recording systems. Results show significant improvements in infrastructure functionality, asset traceability, and governance quality, while reactivated educational spaces, meeting areas, and waste bank facilities strengthened community participation. The study proposes a scalable, integrative model linking technical asset governance with socio-economic outcomes, supporting SDG 9, SDG 11, and Indonesia's RPJMN 2025–2029.