Nia Kurnia
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Digital Learning pada Kurikulum Merdeka dalam Menumbuhkan Pendidikan Karakter di SD Al-Andalus Sonia Rusyanti; Nia Kurnia; Joni Sajati Anugrah Pratama; Sahrul Gunawan; Nunu Mahnun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39866

Abstract

Perkembangan teknologi pada era digital mendorong terjadinya transformasi pendidikan, termasuk dalam sistem pembelajaran madrasah. Namun, digital learning tidak hanya menghadirkan peluang inovasi pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan terhadap pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identifikasi kurikulum pada madrasah yang menerapkan digital learning, implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran digital, serta implikasi digital learning terhadap karakter murid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah SD Al Andalus Islamic School. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi kurikulum dilakukan secara adaptif dengan mengintegrasikan teknologi, kebutuhan murid, kesiapan guru, dan nilai-nilai Islam. Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan etika digital, pengawasan penggunaan teknologi, serta integrasi nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun dalam pembelajaran digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa digital learning memiliki implikasi ganda terhadap karakter murid. Di satu sisi, teknologi memperkuat kemandirian, disiplin, kreativitas, dan rasa ingin tahu. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan distraksi dan penurunan interaksi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa digital learning dalam pendidikan Islam harus diposisikan sebagai instrumen pendukung pembentukan karakter, bukan pengganti relasi pedagogis antara guru dan murid. Oleh karena itu, madrasah perlu membangun kurikulum digital yang adaptif, berbasis nilai, serta melibatkan pengawasan guru dan keluarga secara berkelanjutan.
Tafsir Qs. An-Nisa Ayat 58: Pendekatan Ijmali, Tahlili, Dan Muqarin Serta Implikasi Hadis Rasulullah SAW Dalam Mengelola Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Islam Melalui Nilai Amanah, Keadilan, dan Kerja Keras Nia Kurnia; Gita Aryani; Muhammad Syaifuddin; Fitia Ningsih; Muhammad Fitriyadi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1819

Abstract

Penelitian ini mengkaji tafsir QS. An-Nisa' ayat 58 dengan pendekatan ijmali, tahlili, dan muqarin untuk memahami nilai amanah, keadilan, dan kerja keras dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan Islam, khususnya di madrasah dan pesantren di Riau. Melalui metode penelitian pustaka (library research), penulis menganalisis ayat tersebut secara mendalam, membandingkannya dengan tafsir klasik dan modern, serta hadis Rasulullah ﷺ yang menekankan etos kerja dan kesempurnaan amal. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan hadis bukan hanya menjadi landasan moral, tetapi juga kerangka strategis untuk memperkuat profesionalisme dan harmoni kerja di lingkungan pendidikan Islam. Dengan memandang amanah sebagai tanggung jawab yang harus dijaga, keadilan sebagai dasar pengambilan keputusan, dan kerja keras sebagai pendorong utama, pengelolaan SDM dapat menciptakan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan membentuk karakter sumber daya manusia yang berkualitas. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks sosial budaya dan pendidikan di Riau, yang memiliki tradisi Islam yang kuat, untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam praktik sehari-hari demi kemajuan institusi pendidikan Islam.