Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar, dengan melakukan telaah literatur kritis terhadap aspek metodologi, temuan, serta celah-celah penelitian yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan metode kualitatif, yang menganalisis sembilan artikel dari jurnal terakreditasi yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Jigsaw secara konsisten terbukti mampu meningkatkan hasil belajar kognitif (dengan peningkatan ketuntasan dari 8% menjadi 91,9% serta kenaikan nilai rata-rata dari 48,00 menjadi 76,25), keaktifan siswa (skor keaktifan naik dari 9 menjadi >13), minat belajar (dari hanya 8,4% menjadi 83,3% siswa yang menyatakan berminat), di samping juga keterampilan proses sains dan sikap sosial peserta didik. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah kesenjangan dalam penelitian-penelitian yang ada, yaitu: (1) masih minimnya studi yang menguji penerapan Jigsaw dalam konteks IPAS integratif sesuai Kurikulum Merdeka; (2) dominasi variabel terikat pada ranah kognitif dan afektif saja; (3) kelemahan pada desain penelitian yang umumnya berupa PTK atau pra-eksperimen tanpa menyertakan kelompok kontrol; serta (4) keterbatasan uji coba pada tingkat kelas yang beragam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya studi kuasi-eksperimen dengan sampel yang lebih besar serta penggunaan kelompok kontrol, agar efektivitas model Jigsaw pada pembelajaran IPAS dapat diuji secara lebih valid dan hasilnya bersifat generalisasi.