Irda Suriani
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Modul Ajar Interaktif Pada Perencanaan Pembelajaran Abad 21 Irda Suriani; Anggi Sakinah; Dewita Candra; Fatma Alawiah Dalimunthe; Fitriah Hasanah Rambe; Pebriani Lubis; Masliana Masliana; Nazmi Khairani; Durria Zahra Rahmadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39564

Abstract

Perencanaan pembelajaran abad 21 menuntut guru menyusun modul ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga mampu mengarahkan pembelajaran yang aktif, interaktif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancangan modul ajar interaktif pada perencanaan pembelajaran abad 21 berdasarkan data kebutuhan, kajian teori, dan penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, dan pengembangan produk awal. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap data PISA 2022, APJII 2024, BPS 2024/2025, dokumen Kurikulum Merdeka, serta artikel jurnal relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul ajar interaktif memiliki dasar kebutuhan yang kuat. Capaian PISA 2022 memperlihatkan bahwa kemampuan literasi, numerasi, dan sains peserta didik Indonesia masih perlu diperkuat. Data APJII dan BPS memperlihatkan peluang pemanfaatan teknologi digital, meskipun akses komputer belum merata. Rancangan modul ajar interaktif yang dihasilkan memuat tujuan pembelajaran, asesmen diagnostik, kegiatan berbasis 4C, media digital dan luring, LKPD interaktif, refleksi, serta rubrik penilaian. Modul ajar interaktif berpotensi membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih terarah, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik abad 21.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar: Sebuah Tinjauan Literatur Kritis terhadap Metodologi, Temuan, dan Kesenjangan Penelitian Irda Suriani; Dina Fitriani Lubis; Nikmah Agustina Lubis; Yunita Sari Nasution; Susmiati Ramadani Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39921

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar, dengan melakukan telaah literatur kritis terhadap aspek metodologi, temuan, serta celah-celah penelitian yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan metode kualitatif, yang menganalisis sembilan artikel dari jurnal terakreditasi yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Jigsaw secara konsisten terbukti mampu meningkatkan hasil belajar kognitif (dengan peningkatan ketuntasan dari 8% menjadi 91,9% serta kenaikan nilai rata-rata dari 48,00 menjadi 76,25), keaktifan siswa (skor keaktifan naik dari 9 menjadi >13), minat belajar (dari hanya 8,4% menjadi 83,3% siswa yang menyatakan berminat), di samping juga keterampilan proses sains dan sikap sosial peserta didik. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah kesenjangan dalam penelitian-penelitian yang ada, yaitu: (1) masih minimnya studi yang menguji penerapan Jigsaw dalam konteks IPAS integratif sesuai Kurikulum Merdeka; (2) dominasi variabel terikat pada ranah kognitif dan afektif saja; (3) kelemahan pada desain penelitian yang umumnya berupa PTK atau pra-eksperimen tanpa menyertakan kelompok kontrol; serta (4) keterbatasan uji coba pada tingkat kelas yang beragam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya studi kuasi-eksperimen dengan sampel yang lebih besar serta penggunaan kelompok kontrol, agar efektivitas model Jigsaw pada pembelajaran IPAS dapat diuji secara lebih valid dan hasilnya bersifat generalisasi.