Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor Jennudin Jennudin; Mariati Tamba; Nurminingsih Nurminingsih
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v16i2.7272

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan publik di era globalisasi menuntut pengelolaan SDM yang efektif, khususnya di sektor keimigrasian yang menjadi ujung tombak administrasi negara. Rendahnya kepuasan kerja pegawai Imigrasi akibat masalah kompensasi, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan berdampak pada produktivitas dan kualitas layanan. Hal ini menyebabkan kepuasan kerja yang kurang terukur di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 126 orang. Sampel yang diambil berdasarkan kriteria, yaitu: karyawan tetap dan memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling atau sampling jenuh, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 126 karyawan yang bekerja di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja karyawan, (2) untuk menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja karyawan, (3) untuk menganalisis pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja karyawan, serta (4) untuk menganalisis pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kep-emimpinan, dan Kompensasi secara bersama-sama terhadap Kepuasan Kerja karyawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner melalui Googleform. Hasil Uji t menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi (X1), gaya kepemimpinan (X2), dan kompensasi (X3) terhadap kepuasan kerja (Y). Uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, koefisien determinasi menunjukkan hasil yang cukup tinggi, yaitu sebesar 78,5%. Temuan ini menegaskan peran sinergis ketiga faktor sebagai sumber daya strategis. Implikasi praktis bagi organisasi adalah merekomendasikan program workshop penguatan nilai organisasi, pelatihan kepemimpinan, dan evaluasi sistem kompensasi berkala untuk optimalisasi kepuasan kerja di instansi pemerintah. Kata kunci: Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Kompensasi dan Kepuasan Kerja.