Serly Putri Hidayat
Pendidikan Sosiologi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kedekatan Emosional Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di SMA Negeri 3 Cilegon Ida Dwi Lestari Br Purba; Serly Putri Hidayat; Nida Musyarofah; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kedekatan emosional guru dan siswa dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara kepada guru dan siswa di SMA Negeri 3 Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan emosional terbentuk melalui perhatian sederhana tetapi konsisten, seperti menyapa siswa, menanyakan kabar, memperhatikan kondisi siswa, membangun komunikasi yang ramah, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman. Strategi guru dilakukan melalui pendekatan personal, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan siswa. Kedekatan emosional membuat siswa merasa dihargai, nyaman, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi dalam belajar. Namun, hubungan tersebut dapat terhambat oleh sikap guru yang kaku, komunikasi yang kurang efektif, sikap pilih kasih, suasana kelas yang tegang, serta karakter siswa yang tertutup. Dengan demikian, kedekatan emosional guru dan siswa menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman belajar yang positif dan mendukung motivasi belajar siswa. Kedekatan emosional antara guru dan siswa terbukti berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 3 Cilegon. Kedekatan ini terbentuk melalui perhatian konsisten, komunikasi ramah, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan. Hubungan ini membuat siswa merasa dihargai, nyaman, percaya diri, dan lebih termotivasi. Faktor penghambat, seperti sikap guru yang kaku, komunikasi kurang efektif, pilih kasih, suasana kelas tegang, dan karakter siswa tertutup, menekankan perlunya strategi personal dan lingkungan belajar yang mendukung interaksi positif.