Agung Fauzi
Pendidikan Sosiologi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kesadaran Kritis Mahasiswa terhadap Isu Tunjangan DPR: Analisis Sosiologi Politik tentang Peran Mahasiswa dalam Gerakan Protes Politik 2025 Siti Fera Utami; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38952

Abstract

Isu tunjangan DPR tahun 2025 memicu kritik mahasiswa dan mencerminkan pentingnya kesadaran kritis dalam membaca ketidakadilan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat, bentuk, dan manifestasi kesadaran kritis mahasiswa serta perannya dalam gerakan protes politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi pada mahasiswa FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkat kesadaran yaitu, naif, magis, dan kritis-reflektif, dengan mayoritas mahasiswa berada pada tingkat kritis-reflektif. Kesadaran tersebut termanifestasi melalui diskusi, kampanye media sosial, dan rencana aksi protes. Faktor yang memengaruhi meliputi lingkungan kampus, akses informasi politik, dan pengalaman organisasi. Kesimpulannya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam dinamika politik, meskipun masih terdapat hambatan struktural dalam aktualisasi gerakan.
Relasi Guru dan Murid dalam Meningkatkan Interaksi Pembelajaran di MTs Nurul Falah Pasangrahan Petir Kabupaten Serang Silvia Rizqy Maulidia; Talitha Zahra Damayanti; Sharfina Bazliah; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39156

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan sosial antara pengajar dan siswa dalam meningkatkan interaksi pembelajaran di MTs Nurul Falah Pasangrahan Petir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap bahwa hubungan sosial antara pengajar dan siswa terbentuk lewat interaksi dan komunikasi yang berlangsung secara berkesinambungan di lingkungan sekolah. Hubungan yang positif ditandai dengan adanya komunikasi yang lancar, sikap saling menghargai, dan suasana pembelajaran yang mendukung sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta motivasi siswa. Selain itu, pandangan sosial dan harapan pengajar terhadap siswa juga berperan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik yang menjelaskan bahwa makna yang ada dalam interaksi sosial memengaruhi kualitas hubungan antara pengajar dan siswa dalam pembelajaran.
Peran Kedekatan Emosional Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di SMA Negeri 3 Cilegon Ida Dwi Lestari Br Purba; Serly Putri Hidayat; Nida Musyarofah; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kedekatan emosional guru dan siswa dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara kepada guru dan siswa di SMA Negeri 3 Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedekatan emosional terbentuk melalui perhatian sederhana tetapi konsisten, seperti menyapa siswa, menanyakan kabar, memperhatikan kondisi siswa, membangun komunikasi yang ramah, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman. Strategi guru dilakukan melalui pendekatan personal, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan siswa. Kedekatan emosional membuat siswa merasa dihargai, nyaman, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi dalam belajar. Namun, hubungan tersebut dapat terhambat oleh sikap guru yang kaku, komunikasi yang kurang efektif, sikap pilih kasih, suasana kelas yang tegang, serta karakter siswa yang tertutup. Dengan demikian, kedekatan emosional guru dan siswa menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman belajar yang positif dan mendukung motivasi belajar siswa. Kedekatan emosional antara guru dan siswa terbukti berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 3 Cilegon. Kedekatan ini terbentuk melalui perhatian konsisten, komunikasi ramah, humor yang wajar, pemberian kesempatan berbicara, apresiasi, dan teguran yang tidak mempermalukan. Hubungan ini membuat siswa merasa dihargai, nyaman, percaya diri, dan lebih termotivasi. Faktor penghambat, seperti sikap guru yang kaku, komunikasi kurang efektif, pilih kasih, suasana kelas tegang, dan karakter siswa tertutup, menekankan perlunya strategi personal dan lingkungan belajar yang mendukung interaksi positif.
Internalisasi Nilai Budaya dalam Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Calon Guru Siti Rahmah Indriyani; Farandi Anggada Putra Atmojo; Dea Sri Oktaviani; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai budaya dalam pengembangan kepribadian mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai calon guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian merupakan mahasiswa yang telah mengikuti Pengenalan Lingkungan Persekolahan I, Pembelajaran Mikro, dan Pengenalan Lingkungan Persekolahan II Holistik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya yang dominan meliputi disiplin, tanggung jawab, etika komunikasi, dan profesionalisme. Proses internalisasi berlangsung melalui interaksi dengan dosen, teman sebaya, serta pengalaman praktik pendidikan. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam pembentukan konsep diri dan pengembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon guru yang profesional.
Pengalaman Sosial Mahasiswa dalam Membangun Motivasi Belajar di Lingkungan FKIP Untirta Selviana Putri Rahayu; Diva Hamnia Putri; Khoirunita Zahwa Septiassani; Agung Fauzi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman sosial mahasiswa dalam membangun motivasi belajar di lingkungan FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi. Motivasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, melainkan juga oleh pengalaman sosial yang diperoleh melalui interaksi dengan teman sebaya, dosen, organisasi kemahasiswaan, dan lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap enam mahasiswa FKIP Untirta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Dukungan teman sebaya, hubungan positif dengan dosen, serta keterlibatan dalam organisasi menjadi faktor utama yang meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, mahasiswa menerapkan berbagai strategi seperti pengelolaan waktu, pemanfaatan dukungan sosial, dan penguatan tujuan akademik untuk mempertahankan motivasi belajar. Lingkungan FKIP Untirta juga dinilai cukup mendukung, meskipun masih diperlukan perbaikan pada beberapa fasilitas kampus.