Valira Syifa Zahra
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Gangguan Emosi dan Perilaku (Agresi, Tantrum dan Depresi) pada Anak Berkebutuhan Khusus Nurjannah Nurjannah; Hijriati Hijriati; Valira Syifa Zahra; Himayaturrahmah Himayaturrahmah; Intan Ramadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40069

Abstract

Gangguan emosi dan perilaku pada anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam proses pendidikan dan perkembangan sosial anak. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perilaku agresi, tantrum, dan gejala depresi yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk gangguan emosi dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang anak berkebutuhan khusus di TK Percontohan Raudhatul Jannah Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru kelas sebagai informan utama yang secara langsung mendampingi dan mengamati perkembangan anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tidak memperlihatkan perilaku agresi yang berat, meskipun pernah menunjukkan perilaku melempar barang ketika mengalami ledakan emosi. Perilaku tantrum ditemukan sebagai gangguan yang paling dominan, terutama ketika keinginan anak tidak terpenuhi atau saat harus menghentikan aktivitas yang disukainya. Sementara itu, gejala depresi yang muncul ditandai dengan perasaan sedih sementara, kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, serta berkurangnya semangat dalam mengikuti aktivitas tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan guru melalui pendampingan yang konsisten serta kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan regulasi emosi dan perilaku anak berkebutuhan khusus.