Yogi Ferdy Irawan
Pendidikan Olahraga, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Latihan Bertahan Passing Bawah Bola Voli terhadap Kemampuan Bertahan Pemain Tim Voli Putri SMP Islam Moga Kabupaten Pemalang Muhammad Ziyad Khusnul Labib; Yogi Ferdy Irawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40429

Abstract

Kemampuan bertahan dalam permainan bola voli sangat bergantung pada keterampilan passing bawah yang baik dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan bertahan passing bawah bola voli terhadap kemampuan bertahan pemain tim voli putri SMP Islam Moga Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pemain tim voli putri SMP Islam Moga yang berjumlah 18 pemain, diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian mencakup empat aspek pengukuran kemampuan bertahan, yaitu: akurasi passing bawah (Brady Volleyball Test Modifikasi, 10 kali percobaan), konsistensi teknik (rubrik observasi, skor 1–12), kecepatan reaksi bertahan (reaction time test), dan posisi formasi bertahan (observasi game-like, skala 1–5). Program variasi latihan yang diterapkan terdiri atas empat jenis, yaitu: (1) Partner Drill, (2) Triangle Drill, (3) Pressure Drill, dan (4) Situational Defense Drill, dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu (total 24 sesi latihan). Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis paired sample t-test, uji efektivitas N-Gain, dan effect size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan variasi latihan bertahan passing bawah terhadap kemampuan bertahan pemain (tₒₕᵢₜᵤᵤ = 11,248; p = 0,000 < 0,05; d = 2,65 kategori sangat besar). Rata-rata skor total pretest sebesar 18,42 meningkat menjadi 25,78 pada posttest dengan persentase peningkatan 39,96% dan nilai N-Gain = 0,71 (kategori tinggi).
Tingkat Pengetahuan Penanganan Cedera Ringan Olahraga Pada Atlet Pencak Silat SMP N 1 Mandiraja Mufti Ikhda Salsabila; Yogi Ferdy Irawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40491

Abstract

Cedera ringan merupakan kejadian yang umum terjadi dalam olahraga beladiri pencak silat, namun penanganan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi dan menghambat proses pemulihan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penanganan cedera ringan olahraga pada atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja yang berjumlah 32 atlet, diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket/kuesioner pengetahuan penanganan cedera ringan yang terdiri atas 30 butir pernyataan valid, mencakup empat aspek: (1) pengetahuan tentang jenis dan gejala cedera ringan, (2) pengetahuan tentang prinsip penanganan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), (3) pengetahuan tentang pertolongan pertama cedera, dan (4) pengetahuan tentang kapan merujuk ke tenaga medis. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan norma kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penanganan cedera ringan atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja berada pada kategori cukup (53,13%), disusul kategori baik (25,00%), kurang (15,63%), sangat baik (3,13%), dan sangat kurang (3,13%). Dengan nilai rata-rata skor pengetahuan sebesar 65,28 dari skor maksimal 100. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan penanganan cedera ringan atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja secara umum masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek prinsip RICE dan pengetahuan kapan merujuk ke tenaga medis.