Kelurahan Unyur menghadapi berbagai tantangan permukiman perkotaan, seperti belum optimalnya pemanfaatan aplikasi layanan publik digital (Serang Digital), kendala pengembangan UMKM rumahan, masalah kebersihan lingkungan, belum rutinnya pemeriksaan kesehatan preventif, serta kebutuhan akan peningkatan literasi anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mendorong kemandirian dan kualitas hidup masyarakat melalui lima pilar (Serang Digital, Bersih, Sehat, Cerdas, dan Hijau). Metode pelaksanaan mengintegrasikan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Urban Appraisal (PUA) dalam desain kombinasi deskriptif-evaluatif. Temuan ilmiah menunjukkan bahwa sosialisasi aplikasi Serang Digital secara door-to-door efektif memangkas hambatan birokrasi dan mempermudah permohonan layanan publik warga. Sementara itu, pendampingan teknis langsung (hands-on mentoring) pada UMKM berhasil mempercepat penerapan transaksi non-tunai (QRIS) dan branding produk. Keterbatasan lahan perumahan diselesaikan melalui pemanfaatan kembali (upcycling) limbah galon bekas menjadi pot tanaman produktif berbasis Circular Economy. Layanan kesehatan langsung (outreach service) CKG dan Posyandu meningkatkan kesadaran preventif warga terhadap penyakit. Pengaktifan Taman Baca Masyarakat (TBM) Lentera Ilmu melalui metode fun learning meningkatkan minat belajar anak. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa mewujudkan kawasan yang cerdas dan mandiri memerlukan perpaduan antara edukasi yang personal, pendampingan teknis, serta pemanfaatan potensi lokal secara partisipatif.