Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya daerah yang mengandung nilai moral dan kearifan lokal. Salah satu cerita rakyat Batak Pakpak yang sarat akan pesan moral adalah Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal. Namun, perkembangan modernisasi dan budaya populer menyebabkan cerita rakyat semakin jarang dikenal oleh generasi muda. Cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai-nilai kehidupan yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat Batak Pakpak tersebut serta menjelaskan bentuk penyampaiannya melalui unsur-unsur naratif cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dari jurnal, artikel ilmiah, dan berbagai sumber pustaka yang relevan dengan cerita rakyat, nilai moral, dan tradisi lisan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal mengandung nilai moral berupa keberanian dan keteguhan hati, kesetiaan dan pengorbanan, serta kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui tokoh, alur, simbol, dan latar cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Batak Pakpak memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi lisan dan pewarisan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Pakpak.