Arnoldio Travis D. Putra
Pendidikan Kimia, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Literatur: Analisis Fenomena Miskonsepsi Siswa Sma Pada Konsep Ikatan Kimia Jima Aplonia Snae; Arnoldio Travis D. Putra; Ina Jeaned Asmaradi Piga Wahi; Sitiara Ramadani; Mariana Lalus Mona; Lusia Palang Demon; Daud Dakabesi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40885

Abstract

Miskonsepsi pada konsep ikatan kimia masih menjadi permasalahan yang sering dialami siswa SMA karena materi ini bersifat abstrak dan melibatkan representasi makroskopik, mikroskopik, serta simbolik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi instrumen diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi miskonsepsi, menganalisis efektivitas model dan media pembelajaran dalam mengurangi miskonsepsi, serta menjelaskan strategi remediasi yang diterapkan pada materi ikatan kimia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan Systematic Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA. Sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen multi-tier yaitu two-tier, three-tier, four-tier dan five-tier yang diperkuat Certainty of Response Index (CRI) terbukti paling tepat dalam mengidentifikasi miskonsepsi, dengan kesalahan pemahaman terbesar ditemukan pada representasi simbolik. Model ECIRR menunjukkan keunggulan dalam menurunkan miskonsepsi secara signifikan, didukung pendekatan induktif-deduktif sebagai langkah pencegahan dan media animasi untuk memperjelas konsep abstrak. Adapun penggunaan refutation text dan software interaktif menjadi strategi remediasi paling berhasil untuk mengubah miskonsepsi menjadi pemahaman yang tepat. Oleh karena itu, integrasi instrumen diagnostik, efektivitas model dan media pembelajaran, serta strategi remediasi diperlukan untuk mengatasi miskonsepsi ikatan kimia siswa.