Agus Suyoso
UPT SMP Negeri 2 Tuban

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Minat Baca Melalui Model Pembelajaran Reading Guide Berbentuk Komik Digital Materi Merawat Keutuhan Bangsa dan Negara Pada Siswa Kelas VIII E UPT SMP Negeri 2 Tuban Aulia Ulin Nuha; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40933

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa terutama di kelas VIII E UPT SMP Negeri 2 Tuban pada materi Merawat Keutuhan Bangsa dan Negara. Pembelajaran cenderung bersifat tekstual dan kurang menarik sehingga siswa merasa jenuh dan enggan membaca materi secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa melalui penerapan model pembelajaran Reading Guide berbentuk komik digital. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengacu pada model Kemmis & Taggart, di mana masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat baca, lembar observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Reading Guide berbentuk komik digital dapat meningkatkan minat baca siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, rata-rata persentase minat baca siswa hanya mencapai 45% (kategori rendah). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, minat baca meningkat menjadi 65% (kategori sedang), dan pada siklus II meningkat mencapai 85% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reading Guide berbentuk komik digital efektif dalam meningkatkan minat baca siswa kelas VIII E pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Peningkatan Berpikir Kritis Materi NKRI Melalui Studi Kasus Kelas VII B UPT SMPN 2 Tuban Aida Khoirunnisa; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid kelas VII B UPT SMP Negeri 2 Tuban melalui penerapan metode pembelajaran studi kasus pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis murid pada pra-siklus, yaitu hanya 36,4% murid yang memenuhi indikator berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 32 murid. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, rubrik penilaian, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dari 64,3% pada siklus I menjadi 89,3% pada siklus II. Dengan demikian, metode studi kasus efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid.
Peningkatan Keaktifan Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Model TGT Kelas VIII G UPT SMP Negeri 2 Tuban Deeva Putri Salsabilla; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40996

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII G UPT SMP Negeri 2 Tuban. Tujuan penelitian adalah menganalisis peningkatan keaktifan belajar melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar dari 43,9% pada pra siklus (kategori rendah) menjadi 69,3% pada siklus I (kategori sedang), dan meningkat lagi menjadi 85% pada siklus II (kategori tinggi). Hasil angket juga meningkat dari 64,9% menjadi 83,3%. Dengan demikian, model TGT efektif meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kerjasama Murid Kelas VIII-F pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di UPT SMP Negeri 2 Tuban Azila Nurul Fitria; Djoko Apriono; Agus Suyoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41074

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama murid kelas VIII-F UPT SMP Negeri 2 Tuban dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kerjasama murid yang ditunjukkan melalui kurangnya partisipasi diskusi, kecenderungan belajar secara individu, dan terbatasnya interaksi positif antarmurid. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 32 murid dan dilaksanakan dalam tiga siklus selama dua bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kerjasama murid, yaitu dari 53,9% pada pra siklus menjadi 64,8% pada siklus I, 75% pada siklus II, dan 82,2% pada siklus III. Penerapan model Snowball Throwing mendorong keterlibatan aktif, komunikasi, dan interaksi positif antar murid dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif untuk meningkatkan kemampuan kerjasama murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.