Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN FILANTROPI ZISWAF DI INDONESIA: STRATEGI DAN TANTANGAN DALAM PENINGKATAN KEMASLAHATAN UMAT maruf hidayat; Indah Sulistian; Syukron .; M. Adib MS
MASILE Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Masile Studi Ilmu Keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/Masile

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dan tantangan dalam manajemen filantropi Zakat,Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Indonesia serta kontribusinya terhadap peningkatankemaslahatan umat. Meskipun potensi ZISWAF pada tahun 2023 mencapai Rp327,6 triliun, realisasi penghimpunannya hanya sebesar Rp23,3 triliun. Kesenjangan ini menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaannya. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagaisumber sekunder, penelitian ini menemukan bahwa lembaga pengelola ZISWAF telah menerapkan strategi inovatif seperti digitalisasi fundraising, edukasi keagamaan, penguatan akuntabilitas, serta segmentasi donatur dan kemitraan. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan penghimpunan dan kepercayaan publik. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup rendahnya literasi masyarakat, isu kepercayaan, fragmentasi antar lembaga, serta keterbatasan SDM dan teknologi. Kontribusi nyata ZISWAF terlihat dalam pencapaian kemaslahatan umat sesuai prinsip Maqashid Syariah, terutama dalam perlindungan jiwa, harta, akal, dan keturunan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen ZISWAF yang adaptif, transparan, dan akuntabel guna mengoptimalkan perannya dalam membangun masyarakat yang berdaya, adil, dan sejahtera.Kata Kunci: ZISWAF, Filantropi Islam, Manajemen, Strategi Fundraising, Tantangan, Kemaslahatan Umat, Maqashid Syariah.
PERBANDINGAN HUKUM BISYARAH TERHADAP GURU DI PONDOK PESANTREN PRESFEKTIF ULAMA KLASIK DAN ULAMA KONTEMPORER (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alliminBabakan Ciwaringin Cirebon ) kautsar kautsar; Husni Tsabit; Syukron Syukron; Syukron .
MASILE Vol 6 No 2 (2025): Masile Jurnal studi keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/Masile

Abstract

Tradisi bisyarah atau pemberian imbalan kepada guru di pesantren merupakan praktik penghormatan yang berakar kuat dalam budaya keilmuan Islam Indonesia. Namun, secara yuridis keislaman, praktik ini masih menimbulkan perbedaan pandangan antara ulama klasik dan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan hukum kedua kelompok tersebut serta menganalisis implikasinya terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris melalui studi literatur fikih dan pengumpulan data lapangan di Pondok Pesantren Miftahul Muta’allimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama klasik seperti Imam al-Syafi‘i dan Dawud az- Zahiri cenderung melarang bisyarah atas amal ibadah murni karena dapat mengurangi keikhlasan, sedangkan ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi dan Wahbah al- Zuhaili membolehkan praktik tersebut selama tidak melanggar prinsip syariat dan bertujuan menjaga kesejahteraan guru serta keberlangsungan dakwah. Implementasi di pesantren menunjukkan bahwa bisyarah dipertahankan sebagai tradisi keagamaan sekaligus bentuk tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya regulasi bisyarah yang proporsional dan berbasis maqāṣid al syarī‘ah guna menyeimbangkan nilai spiritual dan kebutuhan ekonomi guru.1Kata Kunci: Bisyarah, Pondok Pesantren, Ulama Klasik, Ulama Kontemporer, Hukum Islam, Normatif-Empi