Peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini memiliki kontribusi yang penting terhadap perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Namun, dalam praktiknya keterlibatan ayah masih sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tuntutan pekerjaan dan budaya yang menempatkan ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini, peran ayah dalam mendukung perkembangan anak, serta hambatan yang dihadapi dalam menjalankan pengasuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas empat orang ayah sebagai informan utama dan dua orang ibu sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah terlibat dalam berbagai aktivitas pengasuhan, seperti bermain, mendampingi belajar, merawat anak, serta memberikan dukungan emosional dan pendidikan karakter. Keterlibatan tersebut memberikan dampak positif terhadap rasa percaya diri, kemandirian, dan perkembangan sosial anak. Adapun hambatan yang dihadapi ayah meliputi keterbatasan waktu akibat pekerjaan, kelelahan fisik, dan pengaruh budaya yang masih memandang pengasuhan sebagai tanggung jawab utama ibu. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan ayah merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini sehingga diperlukan kerja sama yang seimbang antara ayah dan ibu dalam proses pengasuhan.