This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SITUASI GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT SEMEUREUNG Siti Juazah; Cut Aja Munauwarah; Nurlaili; Lana Walmurni; Said Rajulan Naji
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada kelompok rentan masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat, termasuk pada balita, ibu hamil, dan remaja putri. Artikel ini bertujuan menganalisis situasi gizi di wilayah kerja Puskesmas Cot Semeureung, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, serta menentukan prioritas masalah dan rekomendasi intervensi awal. Penelitian menggunakan desain analisis situasi deskriptif berbasis data sekunder. Data diperoleh dari Puskesmas Cot Semeureung tahun 2022-2025, publikasi Badan Pusat Statistik, serta dokumen kebijakan dan survei kesehatan nasional. Analisis dilakukan melalui deskripsi tren indikator status gizi, perbandingan dengan target nasional, pemetaan penyebab menggunakan kerangka konseptual UNICEF, pohon masalah, dan penentuan prioritas dengan metode USG. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah berada di bawah target nasional, yaitu stunting 0,9%, wasting 1,7%, underweight 7,1%, KEK ibu hamil 2,47%, dan cakupan konsumsi tablet tambah darah remaja putri 97,6%. Namun, underweight balita menjadi masalah prioritas karena memiliki prevalensi tertinggi dan menunjukkan kecenderungan meningkat pada 2023-2025. Penyebab utama berkaitan dengan asupan makan yang belum adekuat, penyakit infeksi, pola asuh, ketahanan pangan rumah tangga, sanitasi, dan faktor sosial ekonomi. Artikel ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu melalui edukasi gizi ibu balita, pemantauan pertumbuhan, pemanfaatan pangan lokal, penguatan posyandu, serta kolaborasi lintas sektor untuk mencegah peningkatan masalah gizi balita dan memperkuat perencanaan program berbasis bukti lokal.