Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam menghadapi transformasi era digital pada Kantor Pusat PT. Bosowa Berlian Motor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya manusia, observasi terhadap pelaksanaan program pengembangan kompetensi, serta studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan dan dokumen perusahaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bosowa Berlian Motor telah menerapkan berbagai strategi pengembangan kompetensi, antara lain pemanfaatan Learning Management System (LMS), implementasi Bosowa Automotive Management System (BAMS), pelaksanaan rekrutmen berbasis digital, program pelatihan yang berkelanjutan, serta evaluasi kompetensi secara berkala. Penelitian juga menemukan beberapa tantangan dalam implementasi transformasi digital, meliputi resistensi sebagian karyawan terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kesenjangan kompetensi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi yang berkesinambungan. Implikasi penelitian memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk memperkuat budaya pembelajaran digital, meningkatkan intensitas pelatihan berbasis teknologi, memperluas dukungan infrastruktur digital, serta menerapkan manajemen perubahan secara terencana guna meningkatkan daya saing organisasi di era digital. This study aims to analyze employee competency development strategies in facing digital transformation at the Head Office of PT. Bosowa Berlian Motor. The study employed a qualitative approach using a case study design to gain an in-depth understanding of the company's strategies for developing human resource competencies in response to rapid digital transformation. Data were collected through in-depth interviews with key informants involved in human resource management, direct observations of competency development programs, and documentation of relevant company policies and records. Data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and method triangulation were applied to ensure the credibility of the findings. The results reveal that PT. Bosowa Berlian Motor has implemented various competency development strategies, including the utilization of a Learning Management System (LMS), the implementation of the Bosowa Automotive Management System (BAMS), digital recruitment, continuous training programs, and periodic competency evaluations. The study also identifies several challenges in the digital transformation process, including employee resistance to change, limitations in technological infrastructure, and gaps in digital competencies. These findings indicate that successful digital transformation depends not only on technological adoption but also on continuous human resource competency development. The study recommends that the company strengthen its digital learning culture, expand technology-based training programs, improve digital infrastructure, and implement structured change management practices to enhance organizational competitiveness in the digital era.