Rahma Nabiilah Nuraniyyah
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Relevansi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran SKI dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Salsabila Mudzakir; Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Syariful Alamsyah; Shaila salsabilla; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relevance of the Merdeka Curriculum in the subject of Islamic Cultural History (SKI) in facing the challenges of the digital era. The research employed a qualitative approach using the library research method through the review of various scientific journals, books, and relevant educational documents. The findings indicate that the Merdeka Curriculum has strong relevance in supporting more flexible, student-centered, and 21st-century competency-based SKI learning. The implementation of this curriculum encourages the development of digital literacy, creativity, critical thinking, and students’ religious character through contextual and innovative learning. However, its implementation still faces challenges related to teachers’ digital competencies and limited technological facilities in several madrasahs. Therefore, the Merdeka Curriculum can become an important strategy in developing adaptive SKI learning in the digital era. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pembelajaran SKI yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta berbasis kompetensi abad ke-21. Implementasi kurikulum ini mampu mendorong penguatan literasi digital, kreativitas, berpikir kritis, dan pembentukan karakter religius peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi digital guru dan sarana teknologi pendidikan di beberapa madrasah. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat menjadi strategi penting dalam mengembangkan pembelajaran SKI yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Analisis Relevansi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran SKI dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Salsabila Mudzakir; Rahma Nabiilah Nuraniyyah; Riadah Amanda Damayanti; Syariful Alamsyah; Shaila salsabilla; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relevance of the Merdeka Curriculum in the subject of Islamic Cultural History (SKI) in facing the challenges of the digital era. The research employed a qualitative approach using the library research method through the review of various scientific journals, books, and relevant educational documents. The findings indicate that the Merdeka Curriculum has strong relevance in supporting more flexible, student-centered, and 21st-century competency-based SKI learning. The implementation of this curriculum encourages the development of digital literacy, creativity, critical thinking, and students’ religious character through contextual and innovative learning. However, its implementation still faces challenges related to teachers’ digital competencies and limited technological facilities in several madrasahs. Therefore, the Merdeka Curriculum can become an important strategy in developing adaptive SKI learning in the digital era. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pembelajaran SKI yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta berbasis kompetensi abad ke-21. Implementasi kurikulum ini mampu mendorong penguatan literasi digital, kreativitas, berpikir kritis, dan pembentukan karakter religius peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi digital guru dan sarana teknologi pendidikan di beberapa madrasah. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat menjadi strategi penting dalam mengembangkan pembelajaran SKI yang adaptif terhadap perkembangan era digital.