Latarbelakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangannya. PAUD menerapkan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran tematik terpadu yang berpusat pada peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, salah satunya rendahnya tingkat kehadiran peserta didik di sekolah. Tujuan: untuk mengetahui problematika pelaksanaan Kurikulum 2013 di TK Tunas Mulya dalam kondisi rendahnya kehadiran peserta didik serta mengetahui faktor penyebab dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode: pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: menunjukkan bahwa rendahnya kehadiran peserta didik dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini, kondisi ekonomi keluarga, jarak rumah yang jauh dari sekolah, serta penggunaan gadget secara berlebihan pada anak. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan pembelajaran, kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian perkembangan anak, dan terhambatnya interaksi sosial peserta didik. Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan guru dan sekolah, tetapi juga dukungan orang tua serta tingkat kehadiran peserta didik sehingga diperlukan kerja sama antara sekolah dan orang tua agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.