Laila Fitriana
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Minimnya Penggunaan APE Pada Pembelajaran Anak Usia Dini Di TK Bekti Mulia Alika Aditia Naj; Yosyfa Melcha Erwan; Ghesya Alya Sumbadri; M Isa Maulana; Reri Meitara; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.8524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE), faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatannya, serta dampaknya terhadap pembelajaran di TK Bekti Mulia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE di TK Bekti Mulia belum optimal dan belum dilakukan secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah dan variasi APE, kerusakan alat, keterbatasan anggaran, serta kurangnya kompetensi dan pelatihan guru dalam mengembangkan serta memanfaatkan APE. Minimnya penggunaan APE berdampak pada kurang optimalnya keterlibatan anak dalam pembelajaran serta perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional mereka. Meskipun demikian, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika APE digunakan dalam kegiatan belajar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan APE meliputi peningkatan kompetensi guru, pengembangan APE berbasis bahan sederhana, integrasi APE dalam perencanaan pembelajaran, serta peningkatan dukungan sekolah. Dengan penggunaan APE yang lebih optimal, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Analisis Tingkat Sumber Daya Guru di TK Al Moestafa Jambi Adinda Ramadhani; Naicyia Cahya Liani. H; Nur Azizah; Rabiatul Adawi; Akhasa Putri Julia; Pitri Monikkah Otopiah; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.8724

Abstract

Penelitian ini mengkaji kualitas guru di TK Al Moestafa Jambi sebagai faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas guru tergolong baik, didukung oleh kualifikasi S1 PAUD, pengalaman mengajar, dan keaktifan mengikuti pelatihan. Guru mampu mengelola pembelajaran secara kreatif dengan memanfaatkan media pembelajaran. Namun, perbedaan kemampuan anak dan keterbatasan sarana masih menjadi kendala. Oleh karena itu, pengembangan profesional guru secara berkelanjutan dan dukungan lembaga pendidikan perlu terus ditingkatkan.
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI TK TUNAS MULYA DALAM KONDISI RENDAHNYA KEHADIRAN PESERTA DIDIK Adela Leansi; Aurelia Syahwa Zakira; Nayla Amanda Lorenza; Alda Putri Eliza; Assyfa Rihadhatul Aisyi; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6197

Abstract

Latarbelakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangannya. PAUD menerapkan Kurikulum 2013 dengan pembelajaran tematik terpadu yang berpusat pada peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, salah satunya rendahnya tingkat kehadiran peserta didik di sekolah. Tujuan: untuk mengetahui problematika pelaksanaan Kurikulum 2013 di TK Tunas Mulya dalam kondisi rendahnya kehadiran peserta didik serta mengetahui faktor penyebab dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode: pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: menunjukkan bahwa rendahnya kehadiran peserta didik dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini, kondisi ekonomi keluarga, jarak rumah yang jauh dari sekolah, serta penggunaan gadget secara berlebihan pada anak. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan pembelajaran, kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian perkembangan anak, dan terhambatnya interaksi sosial peserta didik. Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013 tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan guru dan sekolah, tetapi juga dukungan orang tua serta tingkat kehadiran peserta didik sehingga diperlukan kerja sama antara sekolah dan orang tua agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
Adaptasi Guru Dalam Menghadapi Administrasi Kurikulum Merdeka di TK Budi Mulia Anisa Sriwahyuni; Nur Halimah; Nayra Alika Putri Rahma; Tri Yolandya Br. Ginting; Divla Aulia; Reni Zabilah; Sri Indriani Harianja; Laila Fitriana
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v6i1.1168

Abstract

This study aims to analyze the adaptation process of teachers in dealing with the administrative requirements of the Merdeka Curriculum at TK Budi Mulia, Jambi City. The study focuses on teachers’ adjustment to changes in learning administration, challenges encountered during curriculum implementation, and forms of school support in assisting teachers with administrative tasks. This research employed a qualitative approach using a case study method. The participants consisted of the principal and teachers directly involved in the implementation of the Merdeka Curriculum. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers adapted to administrative changes through self-learning, discussions with colleagues, and guidance from school supervisors. The main challenge faced by teachers was not classroom instruction but the increasing administrative workload, including the preparation of teaching modules, child development assessments, portfolios, and narrative reports. Support from the principal, teamwork, and the use of supplementary learning materials helped teachers manage these administrative demands. Therefore, the successful implementation of the Merdeka Curriculum at TK Budi Mulia is influenced by teachers’ adaptability and support from the school environment
TANTANGAN GURU PAUD DALAM BERADAPTASI DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI TK NEGERI PEMBINA 1 KOTA JAMBI Denisa Rahmatul Aini; Chinta Ravena Amanda Putri; Arini Andricia; Nadya Maryudani; Laila Fitriana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59411

Abstract

Peralihan Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka mengharuskan guru PAUD mampu menyesuaikan diri dengan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, berorientasi pada anak, dan berbasis eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan guru PAUD dalam menyesuaikan diri terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di TK Negeri Pembina 1 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih cenderung nyaman menggunakan Kurikulum 2013 karena proses pembelajaran dianggap lebih sistematis dan tema pembelajaran telah tersedia. Selain itu, guru mengalami hambatan dalam menyesuaikan strategi pembelajaran, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan media pembelajaran yang selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Kegiatan pembelajaran juga belum sepenuhnya mencerminkan pembelajaran yang eksploratif dan kontekstual sesuai kebutuhan anak usia dini. Disimpulkan bahwa proses penyesuaian guru terhadap Kurikulum Merdeka masih memerlukan kesiapan, pemahaman, serta peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan pembelajaran pada jenjang PAUD agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
TANTANGAN IMPLEMENTASI KOLABORASI KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM 2013 DI PAUD KB PERMATA IBU Kerenhapukh Razade Pasaribu; Erga Setiana; Rizqi Tia Kirani; Adinda Novrianti; Laila Fitriana; Sri Indriani Harianja
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.32134

Abstract

Penerapan kolaborasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di PAUD menjadi bentuk penyesuaian dalam proses pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan implementasi kolaborasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di PAUD KB Permata Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi meliputi kurang kondusifnya ruang belajar yang mempengaruhi fokus anak, proses adaptasi guru dalam menerapkan kurikulum, serta keterbatasan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru tetap berupaya melaksanakan pembelajaran berbasis sentra sesuai kebutuhan anak. Dengan demikian, implementasi kolaborasi kedua kurikulum memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, namun masih memerlukan penyesuaian agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
Implementasi Model Pembelajaran Sentra IMTAQ dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5–6 Tahun di TK An-Nahl Percikan Iman Nurul Fadhilah Rizki; Indryani Indryani; Laila Fitriana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i4.5545

Abstract

Pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini penting dilakukan sejak awal karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku anak. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah melalui model pembelajaran Sentra IMTAQ yang mengembangkan nilai agama dan moral melalui bermain, pembiasaan, keteladanan, dan praktik langsung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Sentra IMTAQ dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak usia 5–6 tahun di TK An-Nahl Percikan Iman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 22 orang, terdiri atas 3 informan, yaitu kepala sekolah, guru kelas Sentra IMTAQ, dan guru pendamping, serta 19 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada 7–21 Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sentra IMTAQ dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Nilai agama dan moral dikembangkan melalui doa, wudu, salat, hafalan surah dan hadis, huruf hijaiah, bercerita, keteladanan, serta pembiasaan sikap sopan, jujur, bertanggung jawab, peduli, toleransi, dan menjaga kebersihan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, jurnal harian, catatan anekdot, portofolio, dan dokumentasi. Secara umum, pembelajaran Sentra IMTAQ mendukung perkembangan nilai agama dan moral anak, meskipun beberapa anak masih memerlukan bimbingan dan pengingat.