Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kondisi perkembangan moral anak usia 5–6 tahun, mengevaluasi strategi penanaman nilai kejujuran konvensional, serta mengidentifikasi spesifikasi kebutuhan media instruksional berbasis teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi guna mendalami potret fenomena sosial secara komprehensif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam bersama guru serta diperkuat dengan teknik analisis dokumen sebagai pembanding objektif. Teknik analisis data menerapkan teknik analisis tema untuk mengorganisasikan pola data secara teliti, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber untuk memverifikasi konsistensi informasi hasil wawancara dan catatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dasar nilai benar dan salah pada anak sudah terbentuk, tetapi konsistensi perilakunya belum stabil dan rentan melakukan kebohongan refleks akibat faktor rasa takut terhadap hukuman. Evaluasi strategi eksisting mengindikasikan bahwa metode ceramah verbal memicu kejenuhan anak, sehingga memunculkan urgensi tinggi terhadap pengembangan inovasi video animasi interaktif bermuatan alur cerita harian, visual cerah, durasi pendek, serta fitur kuis interaksi dua arah. Kesimpulannya, pengadaan media video animasi interaktif yang mudah dioperasikan dan dapat diakses luring menjadi solusi instruksional adaptif untuk mendukung optimalisasi tugas pendidik, sekaligus berimplikasi nyata bagi pengabdian masyarakat dalam mentransformasi metode internalisasi karakter integritas anak secara efektif.