Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan manajemen aset terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Data yang dianalisis merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan, harga saham, dan data ekuitas perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 18 perusahaan dengan total 108 data observasi. Struktur modal diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA), manajemen aset diukur melalui Total Assets Turnover (TATO), sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value (PBV). Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan aplikasi EViews 13 melalui perbandingan Common Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model. Berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman, Fixed Effect Model ditetapkan sebagai model yang paling sesuai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan DER, ROA, dan TATO berpengaruh signifikan terhadap PBV. Namun, secara parsial hanya DER yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan ROA dan TATO tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor pada sektor pertambangan cenderung lebih mempertimbangkan kebijakan struktur modal dibandingkan profitabilitas maupun efisiensi pengelolaan aset secara terpisah. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik industri pertambangan yang membutuhkan modal besar serta sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas.