This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Salsabila Kasih Putri Ramadhani
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Efektivitas Terapi Antidiabetik Oral Terhadap Perubahan HBA1C Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Di RSIJ Cempaka Putih Periode September 2024–September 2025 Salsabila Kasih Putri Ramadhani; Ida Paulina Sormin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60160

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang untuk mencapai kontrol glikemik optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi antidiabetik oral terhadap perubahan HbA1c, menilai kesesuaian pemilihan terapi berdasarkan HbA1c awal sesuai pedoman klinis, serta menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dan komorbiditas dengan efektivitas terapi pada pasien DMT2 rawat jalan di RSIJ Cempaka Putih. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan data rekam medis. Sampel terdiri atas 100 pasien. Data meliputi karakteristik sosiodemografi, komorbiditas, jenis terapi antidiabetik oral, serta nilai HbA1c sebelum dan sesudah terapi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berada pada kelompok usia dewasa akhir (54%), berjenis kelamin perempuan (55%), dan memiliki indeks massa tubuh normal hingga kegemukan. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai HbA1c sebelum dan sesudah terapi (p=0,828). Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis terapi (p=0,177), komorbiditas (p=0,112), jenis kelamin (p=0,728), usia (p=0,445), status berat badan (p=0,693) terhadap efektivitas penurunan HbA1c. Evaluasi kesesuaian terapi menunjukkan 58% pasien menerima terapi sesuai pedoman dan 42% belum sesuai. Disimpulkan bahwa terapi antidiabetik oral belum efektif statistik menurunkan HbA1c, sehingga diperlukan evaluasi dan optimalisasi terapi dengan mempertimbangkan faktor pasien untuk mencapai kontrol yang baik.