Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evolusi Terapi TKI ALK Pada Non-Small Cell Lung Cancer: Perbandingan Efektivitas dan Profil Keamanan Dalam Penggunaan Sebagai First-Line Therapy Mally Ghinan Sholih; Hadi Sudarjat; Paulina Intan Deanita; Noviani Ayu Mulyati; Nabila Yokki Ani Eka Putri; Sabina Khairunnisa Siagian; Afirsta Rahma Nur Pratiwi; Sri Ayu Ainurrosyidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60165

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia dengan tingginya angka mortalitas yang dipengaruhi oleh keterlambatan diagnosis dan keterbatasan terapi konvensional. Terapi target berbasis mutasi gen Anaplastic Lymphoma Kinase (ALK) menjadi isu penting dalam meningkatkan prognosis pasien, terutama pada Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC). Kajian ini disusun dengan tujuan untuk melihat perbandingan efektivitas dan profil keamanan obat terapi ALK TKI dalam meningkatkan rentang hidup pasien kanker paru menggunakan metode literature review dengan sumber data yang diperoleh dari artikel penelitian dan publikasi ilmiah yang berasal dari jurnal nasional maupun internasional terakreditasi. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan bantuan perangkat lunak Publish or Perish. Hasilnya lorlatinib menunjukkan efektivitas tertinggi, terutama dalam mengendalikan metastasis sistem saraf pusat dan mengatasi mutasi resistensi ALK, namun disertai risiko efek samping yang lebih besar. Sebaliknya, alectinib memiliki tolerabilitas yang lebih baik sehingga lebih sesuai untuk terapi jangka panjang. Dengan demikian, penggunaan ALK-TKI generasi kedua dan ketiga dapat menjadi pilihan terapi yang lebih optimal sebagai first-line therapy pada pasien NSCLC ALK-positif, dengan pemilihan terapi yang tetap perlu disesuaikan berdasarkan kondisi klinis dan karakteristik masing-masing pasien.
Pengaruh Berbagai Bentuk Intervensi Apoteker terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Kualitas Hidup Pasien Rawat Jalan Skizofrenia : Narrative Review Annisa Sambada; Mukarromah Dita Putri; Noviani Ayu Mulyati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1204

Abstract

Schizophrenia is a global issue with a significant increase in recurrence, affecting approximately 23 million people or 1 in every 345 individuals worldwide, with recurrence rates increasing from 28% in 2019 to 54% in 2021[2]. This narrative review examined the literature from 2015–2024 from PubMed and Google Scholar with inclusion criteria of pharmacist interventions in outpatient schizophrenia patients, the use of assessment instruments such as MARS, PANSS, and WHOQOL-BREF, and the reporting of quantitative outcomes related to adherence and quality of life. Seven studies that met the criteria showed that pharmacist counseling can significantly improve medication adherence. In the Si-Care model, adherence rates increased from 77.38% to 97.57% (an increase of 20.19%; p = 0.000). Higher effectiveness was seen in longer-duration interventions, interactive methods such as home visits, and implementation involving collaboration with psychiatrists, which also supported improvements in quality of life. However, variations in study design resulted in diverse findings, and single-session interventions tended to be less optimal than ongoing support. Without counseling, adherence rates remained low, at around 65%. Overall, the available evidence confirms the benefits of pharmacist counseling, but further research is needed to standardize intervention models and evaluate the long-term impact on outpatients with schizophrenia.