Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Recounstructing the Customary Law of the Tidore Sultanate: Regulation of Marrige, Inheritance, and Customary Communal Land Rights Nur ida; Nurlina Buamona; Nurlaila Kadarwati Papuluwa
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 6 No. 1 (2026): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v6i1.2773

Abstract

This study examines the reconstruction of customary law (Se-Atorang) in the Sultanate of Tidore, focusing on customary marriage, inheritance, and communal land rights. The research addresses the limited documentation of customary legal norms and the growing challenges posed by modernization and the development of national law. The objective is to analyze the existence, implementation, and reconstruction of customary legal principles that continue to regulate social relations and preserve the cultural identity of the Tidore community. This research employed an empirical legal approach with a qualitative descriptive method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with traditional leaders and customary authorities of the Sultanate of Tidore, and document analysis. The findings demonstrate that customary law remains a living legal system that functions alongside state and Islamic law in Tidore society. The reconstruction reveals three core principles of Se-Atorang: (1) customary marriage is grounded in family consensus, religious values, and the protection of women's dignity; (2) inheritance practices primarily follow Islamic law while incorporating customary deliberation to maintain social harmony and kinship; and (3) communal land rights are preserved through collective management based on ancestral ownership and customary authority. These principles reflect the adaptability of Tidore customary law in responding to contemporary social and legal developments while maintaining local cultural values. The study highlights the importance of documenting, protecting, and integrating customary law into legal and educational frameworks to strengthen indigenous cultural heritage and ensure its sustainability for future generations.
Peran Kebijakan Hukum dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Keberlanjutan Ekosistem di Indonesia Asry Ines; Althea Serafim Kriswandaru; Andi Thamrin; Nur Ida; Musiana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6861

Abstract

Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaannya, terutama dalam hal degradasi lingkungan akibat eksploitasi yang tidak berkelanjutan. Meskipun berbagai kebijakan hukum telah diterapkan untuk mengatur penggunaan SDA, efektivitas implementasinya sering kali terhambat oleh kelemahan dalam pengawasan dan koordinasi antar lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran kebijakan hukum dalam pengelolaan SDA serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan ekosistem di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki berbagai peraturan yang mencakup prinsip-prinsip hukum lingkungan seperti kehati-hatian dan polluter pays, implementasinya masih terhambat oleh ketidakefektifan lembaga pengelola dan kurangnya pengawasan. Selain itu, pengelolaan SDA sering kali diwarnai oleh konflik kepentingan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar kebijakan hukum lebih disederhanakan, pengawasan diperkuat, serta masyarakat dilibatkan lebih aktif dalam pengelolaan SDA. Penggunaan teknologi modern untuk pemantauan SDA juga dianggap sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengembangkan strategi pengelolaan SDA yang lebih berkelanjutan di Indonesia.