Kusno .
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sintesis Pemikiran Vygotsky dan DePorter untuk Inovasi Pembelajaran Matematika di Era Kurikulum Merdeka Andini Mahardika Wijayavania; Varialya Kayla Azzahra; Kusno .
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1071

Abstract

Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan bagi guru dan peserta didik untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, khususnya pada mata pelajaran matematika. Artikel ini menelaah keterpaduan antara teori perkembangan kognitif Lev Vygotsky dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding serta pendekatan Quantum Learning dari Bobbi DePorter yang menekankan pembelajaran aktif dan positif. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan sintesis artikel secara sistematis. Data diperoleh dari lima basis data utama, yakni Google Scholar, ERIC, DOAJ, SINTA, dan ProQuest, menggunakan kata kunci terkait ZPD, scaffolding, TANDUR, dan pembelajaran matematika. Dari 96 artikel awal yang ditemukan (tahun 2020–2025), sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui pendekatan campuran kualitatif–kuantitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teori Vygotsky menekankan perkembangan kognitif melalui interaksi sosial dan scaffolding bertahap, sementara Quantum Learning berfokus pada penguatan aspek afektif dan motivasional melalui tahapan TANDUR. Integrasi keduanya menghasilkan kerangka pembelajaran matematika yang lebih holistik, di mana scaffolding dapat dioperasionalkan dalam setiap fase TANDUR untuk mengoptimalkan dukungan kognitif dan emosional siswa secara simultan. Implikasi penelitian menegaskan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru serta pengembangan media belajar interaktif agar integrasi kedua pendekatan dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Hakekat Belajar Matematika Dalam Kurikulum Merdeka Melalui Pendekatan Deep Learning Intan Ayu Lestari; Laela Fitria Ramadhani; Nur Elda Azaria; Kusno .
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1076

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan dalam Kurikulum Merdeka menekankan bahwa proses pembelajaran tidak semata berfokus pada pencapaian hasil akhir, tetapi juga pada pemahaman konsep yang mendalam. Dalam konteks pembelajaran matematika, hal ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan deep learning agar siswa mampu mengonstruksi pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini memiliki tujuan untuk analisis hakikat belajar matematika dalam Kurikulum Merdeka dengan menekankan peran pendekatan deep learning dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Menggunakan metode kepustakaan (literature review) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi kajian psikologi pendidikan, teori belajar, hakikat pembelajaran, serta proses dan hirarki pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menyimpulkan hasil kajian dari berbagai literatur untuk memperoleh pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perilaku serta proses mental manusia yang memiliki peran penting dalam memahami cara siswa berpikir, merasa, dan bertindak selama proses belajar matematika. Pembelajaran matematika yang berorientasi pada deep learning terbukti mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Dengan demikian, integrasi antara psikologi pendidikan, hakikat belajar, dan pendekatan deep learning menjadi landasan strategis dalam mewujudkan tujuan pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menerapkan pendekatan deep learning secara konsisten dalam proses pembelajaran serta menjadikannya dasar perancangan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Analisis Kritis Pemikiran Thorndike, Skinner, Dan Ausubel Sebagai Landasan Teoritis Pembelajaran Matematik Arum Dwi Jayanti; Meiyta Citra Safitri; Yeni .; Kusno .
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1078

Abstract

Matematika sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis, tetapi karena sifatnya yang abstrak dan konseptual, sering dianggap sulit. Dalam situasi ini, guru harus memiliki dasar teoretis yang kuat agar mereka dapat membangun pembelajaran yang efektif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi gagasan David P. Ausubel, Edward L. Thorndike, dan Burrhus F. Skinner sebagai dasar teoretis untuk pembelajaran matematika kontemporer yang berkaitan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah ulasan literatur, atau kajian literatur. Untuk melakukan ini, buku-buku klasik dan artikel dalam jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dari tahun 2018 hingga 2025 diselidiki secara menyeluruh. Artikel-artikel ini membahas teori belajar ketiga tokoh tersebut. Proses reduksi, kategorisasi, dan analisis isi (content analysis) digunakan untuk menganalisis data untuk menemukan pola relevansi dan integrasi antar teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thorndike menekankan pentingnya penguatan positif, latihan, dan kesiapan dalam membentuk kebiasaan belajar; Skinner menekankan penguatan bertahap melalui stimulus-reaksi; dan Ausubel menekankan pentingnya belajar bermakna dengan mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang sudah ada. Untuk membuat pembelajaran matematika menjadi adaptif, kontekstual, dan berpusat pada siswa, ketiga teori ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Menurut penelitian ini, guru matematika harus menggunakan ketiga prinsip teori tersebut sebagai landasan ketika mereka membuat strategi pembelajaran modern. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga teori tersebut bukan hanya memperkaya pendekatan pedagogis, tetapi juga memberikan kerangka kritis untuk menilai efektivitas praktik pembelajaran saat ini. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan model sintesis teoretis yang dapat menjadi acuan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih relevan dan responsif terhadap tuntutan Kurikulum Merdeka
Sintesis Teori Dewey, Brownell, dan Dienes dalam Pembelajaran Matematika Dila Nur Alivah; Rizki Nizar Abdillah; Fathur Satya Adiguna; Kusno .
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1086

Abstract

Pembelajaran matematika abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya prosedural, tetapi juga menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan kemampuan mengaitkan matematika dengan konteks nyata. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik, teori Dewey, Brownell, dan Dienes menjadi sangat relevan sebagai landasan pedagogis. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih didominasi metode ceramah, penggunaan prosedur mekanis, serta minimnya refleksi dan transisi konsep dari konkret ke abstrak. Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis teoritis antara tiga teori tersebut dan mengidentifikasi kesenjangan implementasinya dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel tahun 2021–2025 dengan protokol PRISMA, yang menghasilkan 18 artikel terpilih dari 124 temuan awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret ala Dienes efektif mendukung pembentukan konsep melalui tahapan konkret–semi konkret–abstrak, prinsip learning by doing Dewey memperkuat keterlibatan dan refleksi peserta didik, sedangkan pembelajaran bermakna menurut Brownell memastikan terbangunnya relasi konseptual yang stabil. Sintesis ketiganya menghasilkan model integratif yang memadukan eksplorasi kontekstual, manipulasi konkret, konstruksi makna, dan refleksi berkelanjutan sebagai satu siklus pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka konseptual yang komprehensif bagi guru dan pengembang kurikulum untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, progresif, dan sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21