Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan bagi guru dan peserta didik untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, khususnya pada mata pelajaran matematika. Artikel ini menelaah keterpaduan antara teori perkembangan kognitif Lev Vygotsky dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding serta pendekatan Quantum Learning dari Bobbi DePorter yang menekankan pembelajaran aktif dan positif. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan sintesis artikel secara sistematis. Data diperoleh dari lima basis data utama, yakni Google Scholar, ERIC, DOAJ, SINTA, dan ProQuest, menggunakan kata kunci terkait ZPD, scaffolding, TANDUR, dan pembelajaran matematika. Dari 96 artikel awal yang ditemukan (tahun 2020–2025), sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui pendekatan campuran kualitatif–kuantitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teori Vygotsky menekankan perkembangan kognitif melalui interaksi sosial dan scaffolding bertahap, sementara Quantum Learning berfokus pada penguatan aspek afektif dan motivasional melalui tahapan TANDUR. Integrasi keduanya menghasilkan kerangka pembelajaran matematika yang lebih holistik, di mana scaffolding dapat dioperasionalkan dalam setiap fase TANDUR untuk mengoptimalkan dukungan kognitif dan emosional siswa secara simultan. Implikasi penelitian menegaskan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru serta pengembangan media belajar interaktif agar integrasi kedua pendekatan dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025