Ode Zulaeha
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi Dalam Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas III SD Ode Zulaeha; Masrifa Umasugi; Fiqih Aprian Tenry
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1251

Abstract

Pembelajaran matematika disekolah dasar sering menghadapi tantangan berupa rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep dasar dan menerapkan proses berhitung secara sitematis. Kondisi ini menuntut hadirnya strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aktivitas hitung menghitung, tetapi juga mengembangkan pemahaman melalui konsep literasi yang dekat dengan pengalaman anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi evektifitas penerapan pendekatan berbasis literasi dan numerasi yang diintegrasikan dalam kegiatan belajar dikelas ini guna memperkuat kecakapan beritung peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subjek 21 siswa kelas III disalah satu sekolah dasar negeri. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas belajar, tes kemampuan numerasi serta wawancara siswa dengan guru. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan empat kali siklus pembelajaran yang memadukan cerita kontekstual, aktifitas eksplorasi angka, dan latihan pemecahan masalah. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pratindakan dan pascatindakan serta menelaah pola perubahan perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada ketepatan dan kecepatan berhitung, serta meningkatnya kemampuan siswa menghubungkan konsep numerasi dengan situasi sehari-hari. Siswa juga terlihat lebih aktif bertanya memahami instruksi berbasis teks dan mampu menjelaskan proses berpikirnya dibanding sebelum penerapan model pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi literasi dan numerasi dalam kegiatan belajar mampu memperkaya pengalaman siswa, memperkuat pemahaman konsep dasar, dan meningkatkan motivasi belajar. Penelitian merekomendasikan guru untuk menerapkan pendekatan serupa secara berkelanjutan, serta mengembangkan bahan ajar kontekstual yang selaras dengan prinsip kurikulum merdeka untuk mencapai hasil pembeljaran yang optimal.
Penerapan Blue-Green School Dalam Lingkungan Belajar Untuk Mengembangkan Model Pemahaman Guru Menyusun Soal Numerasi di Kota Ternate Ode Zulaeha; Harina Sangadji; Endang Fitria
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v5i2.1107

Abstract

Kemampuan guru dalam menyusun soal numerasi yang kontekstual, autentik, dan berorientasi pada pemecahan masalah merupakan salah satu faktor penting dalam penguatan kompetensi numerasi siswa. Namun, praktik pembelajaran numerasi di sekolah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman guru dalam mengintegrasikan konteks lingkungan, keberlanjutan, dan potensi lokal ke dalam penyusunan soal numerasi. Konsep Blue-Green School yang mengintegrasikan lingkungan biru (pesisir dan laut) dan lingkungan hijau (vegetasi, ekosistem, serta keberlanjutan) berpotensi menjadi pendekatan inovatif untuk membangun lingkungan belajar yang kontekstual sekaligus mengembangkan pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Blue-Green School dalam lingkungan belajar serta mengembangkan model pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi di Kota Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan subjek guru sekolah dasar di Kota Ternate. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman penyusunan soal numerasi, lembar observasi lingkungan belajar Blue-Green School, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui asesmen awal, observasi, pelatihan dan pendampingan penyusunan soal, implementasi pembelajaran berbasis konteks Blue-Green School, serta asesmen akhir. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui analisis deskriptif dan uji peningkatan kemampuan, serta secara kualitatif melalui analisis tematik. Hasil penelitian terhadap 100 guru sebagai sampel menunjukkan bahwa penerapan Blue-Green School dalam lingkungan belajar meningkatkan pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi. Sebanyak 78 guru (78%) mencapai kategori pemahaman tinggi, 17 guru (17%) berada pada kategori sedang, dan 5 guru (5%) masih berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar kontekstual berbasis ekosistem biru-hijau efektif memperkuat kemampuan guru merancang soal numerasi yang autentik, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah.