Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Ojek Baca TBM Ridha melalui Pendekatan Partisipatif untuk Penguatan Budaya Literasi Masyarakat Desa Tanjung Alam Bambang Sugiarto; Dini Wulandari; Sisca Amelia Putri; Yola Tri Vani; Jenny Hartati; Septa Septa
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.544

Abstract

Program pengabdian masyarakat melalui Ojek Baca TBM Ridha bertujuan meningkatkan minat baca serta memperluas akses literasi masyarakat Desa Tanjung Alam, khususnya anak-anak, remaja, dan orang tua yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh bahan bacaan. Program ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran keluarga akan pentingnya membaca dan mendorong terciptanya lingkungan literasi yang aktif dan berkelanjutan di tingkat desa. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode partisipatif yang diawali dengan survei kebutuhan masyarakat untuk mengetahui minat dan jenis bacaan yang dibutuhkan. Selanjutnya dilakukan perencanaan dan penyediaan bahan bacaan, persiapan media pendukung, serta pelatihan singkat bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara sebagai relawan literasi. Tahap pelaksanaan dilakukan secara langsung melalui kegiatan membaca bersama, mendongeng, diskusi ringan, dan pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk memilih bahan bacaan sesuai minat. Kegiatan diakhiri dengan monitoring dan evaluasi guna menilai efektivitas program serta merumuskan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan minat baca pada anak-anak dan remaja serta meningkatnya kesadaran orang tua dalam mendukung aktivitas literasi di rumah. Partisipasi masyarakat juga terlihat semakin baik, ditunjukkan dengan keterlibatan warga dalam penyediaan lokasi kegiatan dan pendampingan anak selama kegiatan berlangsung. Selain itu, terjalin kolaborasi yang positif antara TBM Ridha, masyarakat desa, dan mahasiswa sebagai pendamping literasi. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Ojek Baca TBM Ridha efektif dalam mengatasi keterbatasan akses literasi dan mampu menumbuhkan budaya membaca di Desa Tanjung Alam. Program ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan literasi desa yang berkelanjutan melalui kerja sama berbagai pihak.
Pengenalan Pengetahuan Tradisional Sumatera Utara melalui Literasi Budaya pada Anak Usia Sekolah di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang Septa Septa; Muhammad Rasyid Ridlo; M. Nashih Huddin Ubaidillah; Fithria Rizka S
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mengancam keberlanjutan pengetahuan tradisional Sumatera Utara, di mana anak-anak semakin jarang berinteraksi dengan warisan budaya lokal seperti cerita rakyat, permainan tradisional, dan seni pertunjukan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan literasi budaya dan mengidentifikasi dampaknya terhadap pemahaman anak usia sekolah mengenai pengetahuan tradisional di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 13 anak berusia 7-12 tahun sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan literasi budaya yang mengintegrasikan interactive storytelling, permainan tradisional congklak, aktivitas kreatif visual, dan refleksi kolaboratif berhasil merevitalisasi pengetahuan tradisional melalui tiga dimensi transformasi: internalisasi pengetahuan budaya yang mendalam, transformasi sikap positif terhadap identitas budaya Sumatera Utara, dan peningkatan kualitas interaksi sosial melalui pembentukan community of practice. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa pendekatan experiential learning berbasis literasi budaya efektif dalam melestarikan warisan tradisional dan membangun emotional connection yang kuat antara generasi muda dengan budaya leluhur. Disarankan untuk mengimplementasikan model literasi budaya ini secara berkelanjutan dalam kurikulum formal pendidikan dasar dengan dukungan komunitas lokal.