Urgensi penelitian ini adalah memahami peran modal sosial dalam memperkuat adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional menghadapi transformasi digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem ekonomi modern, terutama dalam aktivitas perdagangan pasar tradisional yang semakin menghadapi persaingan dari e-commerce dan platform bisnis daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran modal sosial dalam mendukung adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional di era digital dari perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan dari sekitar 15–25 publikasi ilmiah yang diterbitkan pada periode 2015–2025, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan laporan penelitian yang membahas modal sosial, pasar tradisional, serta transformasi digital. Pemilihan literatur dilakukan secara purposif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur tinjauan literatur sistematis dengan memanfaatkan basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan jurnal yang terindeks SINTA. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman kajian literatur dan matriks klasifikasi data tematik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan triangulasi sumber dan validasi penilaian ahli (expert judgment) menggunakan skala Likert yang menghasilkan skor validitas dengan kategori “sangat baik” (81–100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran multidimensional melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu jaringan sosial, kepercayaan, norma sosial, dan adaptasi digital. Jaringan sosial memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi dan informasi, kepercayaan meningkatkan stabilitas transaksi, norma sosial mempertahankan kohesi sosial, sedangkan adaptasi digital memperkuat hubungan sosial yang telah ada, bukan menggantikannya. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa kebijakan digitalisasi pasar tradisional seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai-nilai kolektif masyarakat. Kesimpulannya, adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional tetap melekat dalam struktur sosial yang lebih luas. Urgensi penelitian ini adalah memahami peran modal sosial dalam memperkuat adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional menghadapi transformasi digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem ekonomi modern, terutama dalam aktivitas perdagangan pasar tradisional yang semakin menghadapi persaingan dari e-commerce dan platform bisnis daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran modal sosial dalam mendukung adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional di era digital dari perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan dari sekitar 15–25 publikasi ilmiah yang diterbitkan pada periode 2015–2025, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan laporan penelitian yang membahas modal sosial, pasar tradisional, serta transformasi digital. Pemilihan literatur dilakukan secara purposif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur tinjauan literatur sistematis dengan memanfaatkan basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan jurnal yang terindeks SINTA. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman kajian literatur dan matriks klasifikasi data tematik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan triangulasi sumber dan validasi penilaian ahli (expert judgment) menggunakan skala Likert yang menghasilkan skor validitas dengan kategori “sangat baik” (81–100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran multidimensional melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu jaringan sosial, kepercayaan, norma sosial, dan adaptasi digital. Jaringan sosial memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi dan informasi, kepercayaan meningkatkan stabilitas transaksi, norma sosial mempertahankan kohesi sosial, sedangkan adaptasi digital memperkuat hubungan sosial yang telah ada, bukan menggantikannya. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa kebijakan digitalisasi pasar tradisional seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai-nilai kolektif masyarakat. Kesimpulannya, adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional tetap melekat dalam struktur sosial yang lebih luas.