Iga Putri Aulia
Poltekkes Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Intensitas Kebisingan, Lama Paparan, Umur, dan Kecukupan Tidur Malam terhadap Tekanan Darah Tenaga Kerja Bagian Produksi Kantung Plastik di PT. X Kabupaten Sidoarjo Iga Putri Aulia; Winarko Winarko; Narwati Narwati
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.134-148.2026

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA berpotensi meningkatkan tekanan darah tenaga kerja. Faktor lain yang turut memengaruhi meliputi lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas kebisingan, lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam terhadap tekanan darah tenaga kerja bagian produksi kantung plastik di PT. X. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pencatatan data tenaga kerja, menggunakan Sound Level Meter, serta pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer atau tensimeter jarum dan stetoskop sebelum dan sesudah bekerja. Hasil uji Korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan (p=0,002; r=0,436) korelasi positif cukup, lama paparan (p=0,020; r=0,330) korelasi positif cukup, umur (p=0,000; r=0,548) korelasi positif cukup, serta kecukupan tidur malam (p=0,002; r=0,428) korelasi positif cukup dengan tekanan darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensitas kebisingan, lama paparan, umur, dan kecukupan tidur malam memiliki hubungan dengan tekanan darah tenaga kerja, dengan umur sebagai variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap tekanan darah.