Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Tanaman Penutup Tanah untuk Mengurangi Erosi dan Meningkatkan Kualitas Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Faozi Muhamad
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32625

Abstract

Degradasi tanah dan erosi merupakan permasalahan lingkungan utama pada perkebunan kelapa sawit, khususnya di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi seperti Kalimantan Barat. Perluasan perkebunan kelapa sawit secara monokultur cenderung meningkatkan keterbukaan permukaan tanah sehingga mempercepat proses erosi dan menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas beberapa jenis tanaman penutup tanah leguminosa dalam menekan laju erosi dan memperbaiki sifat fisik serta kimia tanah pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian lapangan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan, yaitu tanah terbuka (kontrol), Mucuna bracteata, Pueraria javanica, dan Centrosema pubescens, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju erosi tanah, kandungan bahan organik tanah, stabilitas agregat, kadar air tanah, bobot isi, dan porositas tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan tanaman penutup tanah secara nyata mampu menurunkan laju erosi dibandingkan kontrol, dengan penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan Mucuna bracteata sebesar 78%. Selain itu, tanaman penutup tanah meningkatkan kandungan bahan organik tanah sebesar 0,40–1,20%, memperbaiki stabilitas agregat sebesar 15–30%, serta memperbaiki sifat fisik tanah. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan tanaman penutup tanah leguminosa, khususnya Mucuna bracteata, merupakan strategi konservasi tanah yang efektif dan berkelanjutan pada perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
Optimalisasi GAP Budidaya Kopi Arabika Berbasis Konservasi Tanah dan Air untuk Mendukung Keberlanjutan Perkebunan di Kabupaten Kuningan Faozi Muhamad
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i4.32767

Abstract

Budidaya kopi Arabika di Kabupaten Kuningan menghadapi tantangan degradasi lahan, erosi tanah, dan ketidakstabilan produktivitas akibat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang belum optimal, khususnya pada aspek konservasi tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan penerapan GAP berbasis konservasi tanah dan air terhadap produktivitas, mutu, dan keberlanjutan perkebunan kopi Arabika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada perkebunan kopi rakyat di wilayah dataran tinggi Kabupaten Kuningan. Variabel independen meliputi pengelolaan tanah, konservasi air, sistem naungan, pemupukan berimbang, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, sedangkan variabel dependen meliputi produktivitas, efisiensi usahatani, dan indeks keberlanjutan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk mengidentifikasi hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GAP berbasis konservasi tanah dan air berpengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usahatani kopi Arabika, dengan pengelolaan lahan konservatif dan sistem naungan sebagai faktor dominan. Model optimasi GAP yang dihasilkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan risiko degradasi lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi konservasi tanah dan air dalam GAP sebagai dasar perumusan kebijakan pengembangan perkebunan kopi Arabika berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.