Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Bahan Aditif (Kapur) terhadap Mikrostruktur Tanah Lempung dalam Pembangunan Jalan Abdul Fithra Mokoagow; Joice Waani; Semuel Yacob Recky Rompis
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32818

Abstract

Tanah lempung memiliki karakteristik daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan potensi kembang-susut yang dapat mempengaruhi kestabilan konstruksi jalan. Permasalahan tersebut banyak ditemukan pada tanah dasar di Desa Lobong, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan kapur terhadap perubahan mikrostruktur dan peningkatan kuat tekan bebas tanah lempung sebagai material subgrade jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar kapur sebesar 0%, 4%, 6%, 8%, dan 10% serta waktu curing 7 dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi sifat fisik tanah, pemadatan Proctor, Unconfined Compression Strength (UCS), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli tergolong lempung plastisitas tinggi dengan klasifikasi AASHTO A-7-5. Penambahan kapur mampu meningkatkan nilai UCS secara signifikan, dimana nilai tertinggi diperoleh pada campuran kapur 10% sebesar 377,511 kPa pada curing 7 hari. Hasil SEM menunjukkan perubahan mikrostruktur berupa berkurangnya porositas dan terbentuknya ikatan antarpartikel yang lebih rapat akibat reaksi pozzolanic. Secara keseluruhan, kadar kapur 8% dinilai paling optimal karena menghasilkan kekuatan yang stabil serta struktur tanah yang lebih homogen dan padat.
Analisis Pengaruh Bahan Aditif Semen terhadap Mikrostruktur Tanah Lempung untuk Konstruksi Jalan Gita Virginita Mokoginta; Joice Waani; Semuel Yacob Recky Rompis
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32822

Abstract

Tanah lempung merupakan jenis tanah yang umum ditemukan di Indonesia dan sering menjadi kendala dalam konstruksi perkerasan jalan akibat sifatnya yang ekspansif, berdaya dukung rendah, dan plastisitas tinggi. Stabilisasi tanah menggunakan semen merupakan salah satu metode kimia yang efektif untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kadar semen (0%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) terhadap sifat fisik, kuat tekan bebas (UCS), dan mikrostruktur tanah lempung asal Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Metode penelitian bersifat eksperimen laboratorium kuantitatif, meliputi pengujian pemadatan standar (Modified Proctor), pengujian UCS berdasarkan ASTM D-2166 pada umur pemeraman 7 dan 14 hari, serta analisis mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan semen menurunkan nilai kadar air optimum (OMC) dari 39,48% menjadi 35,76%, sekaligus meningkatkan kepadatan kering maksimum (MDD) dari 1,275 gr/cm³ menjadi 1,298 gr/cm³. Nilai UCS meningkat secara signifikan, dari 10,421 kPa pada tanah asli menjadi 167,073 kPa pada campuran semen 10% dengan pemeraman 14 hari. Analisis SEM mengonfirmasi terjadinya perubahan mikrostruktur berupa berkurangnya ukuran dan jumlah pori, terbentuknya produk hidrasi Calcium Silicate Hydrate (C-S-H), serta meningkatnya kepadatan struktur partikel tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilisasi tanah lempung dengan semen secara efektif meningkatkan sifat mekanik dan kualitas tanah dasar jalan, di mana kadar semen 8% memberikan kuat tekan tertinggi pada pemeraman 7 hari, sedangkan 10% memberikan hasil optimal pada pemeraman 14 hari.
Analisis Pengaruh Bentuk Geometrik Jalan Serta Fasilitas Pelengkap Jalan Terhadap Pemilihan Rute Kotamobagu - Amurang Virgina Dian Bayanasari Damopolii; Semuel Yacob Recky Rompis; Joice Waani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32829

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi geometrik jalan dan fasilitas pelengkap terhadap pemilihan rute perjalanan pada koridor Kotamobagu–Amurang serta menentukan rute prioritas pengguna jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi kondisi jalan, dokumentasi, dan kuisioner kepada 85 responden yang terdiri dari pengguna kendaraan pribadi, pengemudi angkutan umum, dan pengguna kendaraan logistik, dimana seluruh responden pernah melewati ketiga rute penelitian. Tiga alternatif rute yang dianalisis meliputi Kotamobagu–Tenga–Amurang, Kotamobagu–Modoinding–Amurang, dan Kotamobagu–Ratatotok–Amurang, dengan empat kriteria utama, yaitu alinemen horizontal, alinemen vertikal, lebar jalan, dan penerangan jalan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar jalan menjadi kriteria paling dominan dalam pemilihan rute dengan bobot 0,348, diikuti alinemen horizontal 0,265, penerangan jalan 0,210, dan alinemen vertikal 0,176. Berdasarkan sintesis bobot global, Rute 1 Kotamobagu–Tenga–Amurang memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,567 sehingga menjadi rute paling diprioritaskan pengguna jalan. Rute ini unggul karena memiliki kondisi geometrik dan fasilitas jalan yang lebih baik dibandingkan rute lainnya. Nilai Consistency Ratio (CR ≤ 0,1) menunjukkan bahwa penilaian responden konsisten. Dengan demikian, peningkatan kualitas geometrik dan fasilitas pada rute alternatif perlu dilakukan untuk mendukung keamanan, kenyamanan, efisiensi perjalanan, serta pemerataan pemanfaatan jaringan jalan.