Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Palliative Feeding dalam Praktek Klinis Pasien dengan Penyakit Terminal Diki Pranatal Ramba Sibannang; Muhammad Awaludin; Ventje Raymond Kawengian
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4029

Abstract

Palliative feeding pada pasien dengan penyakit terminal melalui pendekatan paliatif melibatkan pertimbangan medis, etis, dan psikososial yang kompleks. Nutrisi di akhir kehidupan sering kali menjadi dilema, karena tujuan perawatan beralih dari bertahan hidup menjadi memberikan kenyamanan. Penurunan metabolisme dan gangguan penyerapan nutrisi pada pasien terminal memperburuk kondisi, termasuk anoreksia dan kaheksia, yang berisiko meningkatkan penderitaan. Nutrisi melalui selang (tube feeding) dalam kondisi terminal dapat memperburuk kualitas hidup, menyebabkan distres fisik dan psikososial, serta tidak terbukti memperpanjang umur. Praktik ini sering bertentangan dengan prinsip etika biomedis seperti otonomi pasien, beneficence, non-maleficence, dan keadilan. Komunikasi terbuka antara tenaga medis, pasien, dan keluarga sangat penting dalam pengambilan keputusan yang berbasis informasi, untuk memastikan bahwa intervensi nutrisi sesuai dengan keinginan pasien dan kondisi mereka. Pedoman internasional dan bukti ilmiah mendukung pendekatan yang lebih personal, dengan mengutamakan kenyamanan pasien dan memperhatikan preferensi mereka dalam perawatan akhir hayat. Oleh karena itu, pemberian nutrisi melalui selang sebaiknya dipertimbangkan dengan hati-hati, dengan memperhatikan risiko dan manfaat yang jelas serta menghormati hak pasien untuk membuat keputusan yang terinformasi.
Manajemen Gejala Pada Pasien Ckd Terminal Non Dialisis: Review Strategi Multidisiplin Senduk Billy Christian; Muhammad Awaludin; Ventje Raymond Kawengian
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4030

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) menimbulkan beban gejala yang signifikan bahkan sejak tahap awal, dengan sekitar 70% pasien ND-PGK mengalami kelelahan, nyeri, gangguan tidur, penurunan mobilitas, pruritus, disfungsi seksual, serta gejala somatik lain yang berdampak kuat terhadap kualitas hidup. Studi internasional terhadap lebih dari 4.000 pasien PGK stadium 3–5 menunjukkan bahwa seperempat pasien mengalami beban gejala tinggi, yang berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup fisik maupun mental. Beban gejala tidak terutama ditentukan oleh laju filtrasi glomerulus, melainkan oleh interaksi kompleks faktor biomedis dan psikososial seperti komorbiditas, depresi, kecemasan, dan mekanisme perseptual-kognitif yang berperan dalam gejala fisik persisten. Hal ini menegaskan bahwa penatalaksanaan PGK harus melampaui fokus pada fungsi ginjal dan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin berbasis mekanisme untuk mengurangi beban gejala. Berbagai gejala utama seperti insomnia, depresi-kecemasan, pruritus uremik, restless legs syndrome, dan nyeri kronis memerlukan strategi terapi komprehensif yang mencakup intervensi nonfarmakologis, farmakoterapi yang disesuaikan dengan fungsi ginjal, serta pemahaman mendalam mengenai faktor biopsikososial yang memengaruhi gejala. Pendekatan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup, menurunkan morbiditas, dan memperbaiki hasil klinis pada pasien PGK.