Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi kendala akses permodalan, terutama di wilayah timur Indonesia seperti Maluku dan Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui, menguji dan menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan akses keuangan terhadap keputusan pengambilan kredit UMKM di Bank Maluku Malut, dengan suku bunga kredit sebagai variabel moderasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 194 responden pelaku UMKM yang menjadi debitur di Bank Maluku Malut dengan teknik purposive sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dengan pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah disebar. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.1.1.4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit, sedangkan inklusi keuangan dan akses keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit UMKM di Bank Maluku Malut. Variabel suku bunga tidak memoderasi hubungan antara ketiga variabel independen dengan keputusan pengambilan kredit. Kesimpulannya, perilaku pembiayaan UMKM lebih ditentukan oleh tingkat partisipasi dalam sistem keuangan formal dan kemudahan akses layanan perbankan dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan atau fluktuasi suku bunga. Bank Maluku Malut disarankan untuk memperluas inklusi dan akses keuangan, sementara program literasi perlu dirancang lebih aplikatif agar dapat mendorong perubahan perilaku finansial.