Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif kronis pada sendi yang diderita oleh 240 juta orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi, sehingga terjadi hambatan fisik dalam mobilitas sehari-hari. Osteoartritis lutut secara keseluruhan adalah yang paling umum dengan 83% kasus yang meningkat setiap tahun. Salah satu faktor risiko terjadinya osteoartritis adalah obesitas dan dikaitkan sebagai penyebab perkembangan osteoartritis lutut. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 97 sampel. Data dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut di Kota Kupang dengan didapatkan nilai p = <0,001 (p < 0,05). Terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian osteoartritis lutut di Kota Kupang. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya pencegahan dan penatalaksanaan osteoartritis lutut, terutama melalui pengendalian berat badan dengan edukasi gizi seimbang dan aktivitas fisik teratur yang perlu diprioritaskan dalam program kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok usia lanjut. Tenaga kesehatan di puskesmas perlu melakukan skrining IMT secara rutin pada pasien osteoartritis untuk deteksi dini dan intervensi obesitas, sementara kebijakan kesehatan perlu mengintegrasikan pengelolaan obesitas sebagai bagian dari strategi komprehensif pencegahan osteoartritis lutut mengingat prevalensi obesitas yang terus meningkat di Kota Kupang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, riwayat cedera, dan faktor genetik, serta menggunakan desain kohort untuk melihat hubungan sebab-akibat secara lebih kuat.