Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anti-Inflammatory Potential of Active Compounds in Moringa Leaves (Moringa Oleifera) Against Osteoarthritis Through in Silico Methods William Braven Jaurie; Youla Annatje Assa; Diana Shintawati Purwanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52631

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease with a high global burden. Available therapies remain palliative, and selective COX-2 inhibition risks shifting arachidonic acid metabolism to the 5-lipoxygenase (5-LOX) pathway, which increases proinflammatory leukotrienes. Furthermore, no approved 5-LOX inhibitors exist for OA. This study aims to analyze the anti-inflammatory potential of active metabolites in moringa leaves as 5-LOX inhibitors in osteoarthritis using in silico methods. This study was conducted using in silico methods, including preparation of ligand and target protein structures, identification of binding sites, docking validation, molecular docking, and visualization of molecular interactions. Molecular docking was performed using AutoDock Vina software via PyRx to evaluate binding energy (ΔG). All moringa leaf metabolites bound stably to both the orthosteric and allosteric pockets of 5-LOX, with binding affinities competitive with those of the reference ligands particularly ellagic acid (ΔG = −7.7 kcal/mol) at the orthosteric site and isorhamnetin (ΔG = −8.3 kcal/mol) at the allosteric site. Docking validation confirmed the reliability of the method, supporting the feasibility of active metabolite compounds from moringa leaves as potential 5-LOX inhibitor candidates in osteoarthritis. Active metabolites of moringa leaves show potential as 5-LOX inhibitors with competitive affinity at orthosteric and allosteric sites, and may thus be developed as complementary anti-inflammatory agent candidates in osteoarthritis. However, further validation through in vitro and in vivo testing is required.
Hubungan Antara Tingkat Keparahan Diare Dengan Kadar Kalium Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Gastroenteritis Akut Di RS Advent Manado Sulawesi Utara Ni Kadek Dhairya; Diana Shintawati Purwanto; Stefana Helena Margaretha Kaligis
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 4 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastroenteritis akut dengan diare adalah masalah kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Diare berdampak langsung pada keseimbangan elektrolit tubuh, terutama kalium, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh hingga komplikasi serius. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan diare dengan kadar kalium darah pada pasien dewasa dengan gastroenteritis akut di RS Advent Manado, Sulawesi Utara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian potong lintang. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder (data rekam medis) yang akan digabungkan dengan skoring Vesikari. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dan tercatat, 249 pasien memenuhi kriteria inklusi sebagai sampel Berdasarkan hasil penelitian, 135 (54,2%) pasien memiliki kadar kalium normokalemia dengan tingkat keparahan diare terbanyak adalah keparahan diare sedang sebanyak 126 (50,6%) pasien. Hasil analisis uji Chi-square, didapatkan nilai p-value 0,973 (p-value>0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat keparahan diare dengan kadar kalium darah pada pasien dewasa dengan gastroenteritis akut di RS Advent Manado.