Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kadar Trigliserida dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara Ridel Gabriel Janevandro Lala; Youla Annatje Assa; Stefana Helena Margaretha Kaligis
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2566

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis yang umum dijumpai di seluruh dunia. Salah satu faktor risikonya yakni dislipidemia. Peningkatan trigliserida pada dislipidemia erat hubungannya dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah. Menurut World Health Organization (WHO) prevalensi dislipidemia pada orang dewasa berusia ?25 tahun di Indonesia adalah sekitar 36% dan menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi dislipidemia berdasarkan pengukuran trigliserida yakni 22,8%. Menurut World Health Organization (WHO) prevalensi diabetes melitus di dunia adalah sekitar 10,5% dan menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 Provinsi Sulawesi Utara menempati posisi kelima prevalensi tertinggi diabetes melitus di Indonesia. Salah satu rumah sakit pemerintah yang menjadi tempat rujukan di Sulawesi Utara adalah RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara kadar trigliserida dan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sifat observasional analitik, menggunakan rancangan studi potong-lintang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah total sampling, dengan total sampel sebanyak 54. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kadar trigliserida dan gula darah puasa, dengan nilai ? = 0,033, yang mengindikasikan kekuatan korelasi rendah dan arah korelasi positif, yaitu r = 0,290. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kadar trigliserida dan kadar gula darah puasa.
Hubungan Antara Tingkat Keparahan Diare Dengan Kadar Kalium Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Gastroenteritis Akut Di RS Advent Manado Sulawesi Utara Ni Kadek Dhairya; Diana Shintawati Purwanto; Stefana Helena Margaretha Kaligis
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 4 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastroenteritis akut dengan diare adalah masalah kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Diare berdampak langsung pada keseimbangan elektrolit tubuh, terutama kalium, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh hingga komplikasi serius. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan diare dengan kadar kalium darah pada pasien dewasa dengan gastroenteritis akut di RS Advent Manado, Sulawesi Utara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian potong lintang. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder (data rekam medis) yang akan digabungkan dengan skoring Vesikari. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dan tercatat, 249 pasien memenuhi kriteria inklusi sebagai sampel Berdasarkan hasil penelitian, 135 (54,2%) pasien memiliki kadar kalium normokalemia dengan tingkat keparahan diare terbanyak adalah keparahan diare sedang sebanyak 126 (50,6%) pasien. Hasil analisis uji Chi-square, didapatkan nilai p-value 0,973 (p-value>0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat keparahan diare dengan kadar kalium darah pada pasien dewasa dengan gastroenteritis akut di RS Advent Manado.
Hubungan Kadar Trigliserida dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara Ridel Gabriel Janevandro Lala; Youla Annatje Assa; Stefana Helena Margaretha Kaligis
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2566

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis yang umum dijumpai di seluruh dunia. Salah satu faktor risikonya yakni dislipidemia. Peningkatan trigliserida pada dislipidemia erat hubungannya dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah. Menurut World Health Organization (WHO) prevalensi dislipidemia pada orang dewasa berusia ?25 tahun di Indonesia adalah sekitar 36% dan menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi dislipidemia berdasarkan pengukuran trigliserida yakni 22,8%. Menurut World Health Organization (WHO) prevalensi diabetes melitus di dunia adalah sekitar 10,5% dan menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 Provinsi Sulawesi Utara menempati posisi kelima prevalensi tertinggi diabetes melitus di Indonesia. Salah satu rumah sakit pemerintah yang menjadi tempat rujukan di Sulawesi Utara adalah RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara kadar trigliserida dan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Desain yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sifat observasional analitik, menggunakan rancangan studi potong-lintang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah total sampling, dengan total sampel sebanyak 54. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kadar trigliserida dan gula darah puasa, dengan nilai ? = 0,033, yang mengindikasikan kekuatan korelasi rendah dan arah korelasi positif, yaitu r = 0,290. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kadar trigliserida dan kadar gula darah puasa.
Hubungan Kadar Natrium Serum dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (EGFR) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara) Mahatir Hadi Rahman; Stefana Helena Margaretha Kaligis; Murniati Tiho
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3163

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dan menempati peringkat keempat sebagai penyebab kematian tidak menular setelah penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Diabetes melitus tipe 2, yang mencakup sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, berkaitan dengan ketidakseimbangan elektrolit dan risiko penyakit ginjal. Pada penderita DM, kadar natrium serum sering mengalami ketidakseimbangan yang dapat memengaruhi kemampuan filtrasi glomerulus sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit ginjal. Oleh karena itu, pengukuran kadar natrium serum memiliki peran penting dalam menilai risiko gangguan laju filtrasi glomerulus. Untuk menilai hubungan antara kadar natrium serum dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis sekunder dari Februari 2024 hingga Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 326 pasien yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,017 (p-value <0,05) dengan koefisien korelasi 0,132. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar natrium serum dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara.