Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factors Affecting Speech Delay in Children Under 5 Years Old at YARSI Hospital and Its Review from an Islamic Perspective Muhammad Farabi Izka; Elsye Souvriyanti; Tuty Herawaty; Fazlurrahman Anshar
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52716

Abstract

Speech delay is one of the most common developmental issues in early childhood, affecting 5-10% of preschool children in Indonesia with an increasing trend annually. This study aims to identify internal and external factors influencing speech delay in children under 5 years old at YARSI Hospital. Using a quantitative observational analytic approach with a cross-sectional design, data were collected from 102 children diagnosed with speech delay through total sampling over a 6-month period. Results showed that speech delay was more prevalent in boys (69.6%) and children aged 49-59 months (31.4%). Internal factors identified include genetic and family history (29.4%), intelligence level, physical disability (15.7%), and prematurity (6.9%). External factors include parental education, parenting style with permissive pattern being dominant (44.1%), socioeconomic status with most families in low to medium categories (46.1% and 44.1%), gadget use, parental employment, and foreign language exposure (29.4%). This study concludes that speech delay is a multifactorial condition influenced by the interaction between internal biological factors and external environmental factors. From an Islamic perspective, children are an amanah from Allah SWT, and speech delay should be addressed through comprehensive efforts involving medical, educational, social, and spiritual approaches with patience and consistent stimulation.
Gambaran Strategi Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dalam Menghadapi Stres Akademik dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Muhammad Ravie Azmy Azmy; Kenconoviyati; Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi belajar dan tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Dalam konteks pendidikan tinggi, pemahaman mendalam tentang strategi belajar yang efektif dan dampak stres akademik sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Data dikumpulkan melalui survei yang menggali informasi tentang jenis-jenis strategi belajar yang digunakan oleh mahasiswa, sekaligus tingkat stres akademik yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam penggunaan strategi belajar, dengan beberapa mahasiswa lebih cenderung menggunakan pendekatan aktif seperti membaca ulang dan diskusi kelompok, sementara yang lain lebih memilih pendekatan pasif seperti hanya mengandalkan kuliah dan membaca sekilas. Selain itu, analisis data juga mengungkap tingkat stres akademik yang bervariasi di antara responden, dengan beberapa mahasiswa melaporkan tingkat stres yang tinggi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan penyediaan layanan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi belajar yang efektif dan faktor-faktor yang menyebabkan stres akademik, institusi pendidikan dapat merancang program-program pendidikan dan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas belajar dan kesejahteraan mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi strategi belajar dan tingkat stres akademik di kalangan mahasiswa kedokteran. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pemahaman kita tentang dinamika belajar dan kesejahteraan mahasiswa dalam konteks pendidikan kedokteran
Uji Aktivitas Antibakteri Madu Fermentasi Ragi Tempe terhadap Pertumbuhan Escherichia coli pada Agar Plate dan Tinjauan dalam Perspektif Islam Muhammad Ammar Muhammad Ammar; Ike Irmawati Purbo Astuti; Pratami Adityaningsari; Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5851

Abstract

Penyakit diare sering terjadi, salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri Escherichia coli. Madu, yang dikenal sebagai obat tradisional, memiliki potensi sebagai antibakteri untuk menekan pertumbuhan bakteri tersebut, dan penambahan metode fermentasi dapat meningkatkan fungsinya dalam kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial madu fermentasi ragi tempe terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain post-test only control group design. Uji efektivitas dilakukan dengan metode difusi agar cara cakram menggunakan variasi konsentrasi madu fermentasi ragi tempe (25%, 50%, 75%, 100%) dan kontrol positif (Ciprofloxacin) serta kontrol negatif (madu tanpa fermentasi). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri pada media MHA. Hasil: Berdasarkan hasil, madu fermentasi ragi tempe pada semua konsentrasi (25%, 50%, 75%, dan 100%) tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Zona hambat pada kontrol positif (Ciprofloxacin) sebesar 36,66 mm, menunjukkan kategori sangat sensitif. Simpulan: Madu fermentasi dengan ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri secara langsung (in-vitro) terhadap pertumbuhan E. coli. Namun, ditinjau dari pandangan Islam, status madu sebagai Syifa' (obat) dalam Al-Qur'an dan Thibbun Nabawi tetap tidak terbantahkan, dan proses fermentasi untuk peningkatan manfaat dapat dibenarkan melalui prinsip Istihalah untuk menghasilkan produk yang thayyib