Parmilah
Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Akut Pada Dismenorea Annisa Aulia; Parmilah; Tri Suraning Wulandari
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i2.2148

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang biasanya dirasakan sebagai kram tajam maupun tumpul perut bagian bawah, kadang menjalar hingga punggung serta paha, dengan gejala berupa sakit kepala, nyeri payudara, perut kembung, kelelahan, mudah tersinggung, cemas, hingga gangguan tidur. Tujuan: memberikan penatalaksanaan asuhan keperawatan nyeri akut akibat dismenorea. Metode: penelitian ini menggunakan metode studi kasus pendekatan kualitatif yang melibatkan 2 responden penderita dismenorea, dengan intervensi selama 3 hari pada remaja putri usia 16 dan 17 tahun. Hasil: kompres hangat yang diberikan dua kali sehari pagi dan sore selama 3 hari berturut-turut efektif mengurangi nyeri akut pada penderita dismenorea, ditandai penurunan skala nyeri dari 6 dan 7 (1–10) menjadi 2 dan 1, disertai keluhan nyeri menurun, meringis menurun, sikap protektif menurun, gelisah menurun, dan kesulitan tidur menurun. Kesimpulan: pemberian kompres hangat efektif untuk menurunkan nyeri akut pada dismenorea.
Penerapan Edukasi Kesehatan Bantuan Hidup Dasar untuk Meningkatkan Pengetahuan Karang Taruna dalam Menangani Cardiac Arrest Ngaisus Suadak; Parmilah; Tri Suraning Wulandari
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Keperawatan & Kesehatan Holistik - Juli
Publisher : LPPM AKPER GITA MATURA ABADI KISARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65386/jkkh.v2i2.62

Abstract

Cardiac arrest is a medical emergency that can occur anywhere; 73.9% of cases occur outside hospitals and are often witnessed by members of the public. In Balekerto Village, 9 of 10 members of the Karang Taruna (youth organization) did not know how to provide first aid for cardiac arrest, indicating a significant knowledge deficit regarding Basic Life Support (BLS). This study aimed to describe changes in the knowledge and skills of Karang Taruna members following health education on BLS. Using a qualitative descriptive design with a case study approach on three Karang Taruna members aged 16-30 years who had a BLS knowledge deficit, education was delivered over three sessions through lectures, demonstration, and re-demonstration. Data were collected using pre- and post-test questionnaires, a BLS standard operating procedure checklist, and the Indonesian Nursing Outcome Standard (SLKI) Knowledge Level indicator (L.12111). Results showed that all respondents experienced an increase in knowledge: Mr. R improved from 50% (poor) to 70% (moderate), while Mr. S and Mr. F improved from moderate to 80% (good). In terms of skills, Mr. S and Mr. F completed all 20 steps of the BLS procedure, while Mr. R completed 18 of 20 steps. The SLKI evaluation also showed improvement across all knowledge indicators. It is concluded that BLS health education through lectures, demonstration, and re-demonstration is effective in improving the knowledge and skills of Karang Taruna members in managing cardiac arrest in Balekerto Village.