Rahmah Fauziah Adisti
Yarmouk University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Register Doa Qurani: Kajian Linguistik Fungsional atas Ayat-ayat Doa dalam Surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ Azhar Ilham Haliwungan; Rahmah Fauziah Adisti; Faalih Haramain; Ahda Sabila
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/bgbrh479

Abstract

Kajian linguistik atas Al-Qur'an selama ini lebih banyak bergerak di ranah analisis wacana dan stilistika secara makro, tanpa membedah variasi register internal yang ada di dalamnya secara spesifik. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat doa dalam surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ sebagai korpus untuk membuktikan bahwa ayat-ayat tersebut membentuk register yang distingtif dalam sistem wacana Al-Qur'an. Dengan menggunakan kerangka teori register Halliday dan Hasan dan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis analisis korpus, penelitian ini menganalisis penanda leksiko-gramatikal serta konfigurasi field, tenor, dan mode pada seluruh ayat doa yang memuat formula vokasi langsung رَبِّ dan رَبَّنَا dalam ketiga surah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ayat-ayat doa memiliki penanda leksiko-gramatikal yang khas dan konsisten, mencakup dominasi term rabb sebagai vokasi relasional, modus imperatif dan larangan sebagai penanda permohonan, serta struktur tiga lapis berulang berupa nidāʾ, konten permohonan, dan justifikasi. Konfigurasi field beroperasi secara konsisten dalam orientasi dari keterbatasan manusiawi menuju pengharapan intervensi ilahi; tenor membangun relasi yang asimetris secara ontologis namun intim secara komunikatif; dan mode berfungsi sebagai monolog dialogis yang secara struktural mengandaikan respons ilahi. Konsistensi konfigurasi ini lintas surah dan konteks naratif membuktikan bahwa doa Al-Qur'an adalah register tersendiri, sekaligus memberikan basis linguistik yang empiris untuk memahami konstruksi relasi manusia-Tuhan dalam tradisi Islam.