Kekerasan terhadap anak usia dini masih menjadi permasalahan yang sering terjadi dalam lingkungan keluarga dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan fisik, emosional, sosial, maupun kognitif anak. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam pengasuhan adalah kurangnya pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan parenting bagi orang tua dalam mencegah kekerasan pada anak usia dini (AUD). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan orang tua, guru, dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti program parenting, sebagian orang tua masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan verbal dan emosional. Orang tua juga cenderung menggunakan hukuman sebagai cara mendisiplinkan anak. Setelah mengikuti pendidikan parenting, terjadi peningkatan pemahaman mengenai pengasuhan positif, komunikasi yang efektif, pengelolaan emosi, serta penerapan disiplin tanpa kekerasan. Selain itu, ditemukan perubahan perilaku orang tua dalam mendidik anak, yaitu lebih mengutamakan pendekatan persuasif, memberikan teladan yang baik, serta menggunakan pujian dan penghargaan sebagai bentuk penguatan positif. Program parenting juga membantu orang tua menjadi lebih sabar dan mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku anak yang menantang. Dengan demikian, pendidikan parenting terbukti berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak usia dini sehingga tercipta lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.