Rafa Dinnantra Limastyningrum
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kecepatan Lari 30 Meter Mahasiswa Unsika Pada Cabang Sepak Bola Muhammad Rifky Arifin; Wisnu Hadi; Rafa Dinnantra Limastyningrum; Sheva Naufal Fadillah; Muhammad Adrian Maulana
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i1.13390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kecepatan lari 30 meter mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang mengikuti cabang olahraga sepak bola. Kecepatan merupakan komponen biomotor penting yang berperan besar dalam permainan sepak bola modern, khususnya pada situasi akselerasi, pressing, transisi permainan, dan duel kecepatan. Sebanyak 30 mahasiswa laki-laki usia 18–22 tahun mengikuti tes sprint 30 meter sebagai instrumen pengukuran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Data hasil tes diklasifikasikan berdasarkan norma penilaian kecepatan yang berlaku untuk usia mahasiswa. Analisis deskriptif menunjukkan rata-rata waktu sprint sebesar 4,715 detik, dengan nilai minimum 4,52 detik dan maksimum 4,93 detik. Standar deviasi sebesar 0,11676 detik menunjukkan variasi performa yang relatif kecil dan homogen. Hasil uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk menghasilkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga data berdistribusi normal. Distribusi kategori menunjukkan 13 mahasiswa berada dalam kategori Baik, 15 mahasiswa dalam kategori Cukup, dan 2 mahasiswa dalam kategori Kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecepatan yang sesuai dengan tuntutan permainan sepak bola, khususnya dalam aspek akselerasi dan sprint jarak pendek. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran objektif mengenai profil kemampuan kecepatan mahasiswa UNSIKA serta dapat menjadi dasar bagi penyusunan program latihan yang lebih spesifik, terutama untuk peningkatan akselerasi dan daya ledak otot tungkai
Supplement Use and Doping Risk Across Menstrual Cycle Phases in Female Athletes Rafa Dinnantra Limastyningrum; Muhammad Rifky Arifin; Sheva Naufal Fadillah
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.53708

Abstract

The menstrual cycle is a physiological factor influencing health status, nutritional requirements, and athletic performance in female athletes. Hormonal fluctuations across menstrual cycle phases encourage the use of various sports supplements to support performance, recovery, and management of menstrual symptoms. However, supplement use may also increase the risk of accidental doping due to contamination of consumed products with prohibited substances. This study aimed to examine the relationship between sports supplement use across menstrual cycle phases and doping risk among female athletes. A Systematic Literature Review (SLR) method following PRISMA guidelines was employed, with literature retrieved from Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink databases covering 2015-2025. A total of 10 articles meeting the inclusion criteria were analyzed using a thematic analysis approach. Findings indicate that menstrual cycle phase influences both nutritional needs and supplement-use patterns among female athletes. The most commonly used supplements include iron, protein, caffeine, creatine, vitamin D, magnesium, and omega-3 fatty acids. Although these supplements support athletic performance and overall health, uncontrolled use may increase the risk of accidental doping. Therefore, education on safe supplement use and menstrual cycle monitoring is essential as part of a comprehensive strategy to support the performance and well-being of female athletes.