Latar Belakang: Filsafat pendidikan Islam mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran Islam dan dominasi epistemologi Barat sejak masa kolonial. Paradigma pendidikan modern yang bercorak sekuler telah melahirkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, sehingga menggeser karakter holistik pendidikan Islam. Tujuan Penelitaian: Untuk menganalisis genealogi historis filsafat pendidikan Islam serta mengkaji konsep dekolonisasi epistemologi dan Islamisasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syekh Muhammad Naquib al-Attas sebagai upaya merekonstruksi sistem pendidikan Islam di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-filosofis melalui analisis terhadap literatur yang berkaitan dengan sejarah pendidikan Islam, epistemologi Islam, dan pemikiran Muhammad Naquib al-Attas. Hasil Penelitian: Pendidikan Islam pada masa klasik berkembang secara integral dengan mengharmoniskan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Namun, kolonialisme Barat beserta dominasi rasionalisme dan positivisme telah membentuk sistem pendidikan yang bersifat sekuler, teknokratis, dan memarginalkan dimensi spiritual. Sebagai respons, al-Attas menawarkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan dan dekolonisasi epistemologi melalui penguatan worldview Islam yang berlandaskan tauhid, dengan konsep ta'dib sebagai fondasi pembentukan insan adabi yang memiliki keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral. Kesimpulan: Dekolonisasi epistemologi dan Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan strategi fundamental dalam merekonstruksi filsafat pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan manusia beradab, sehingga tetap relevan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislamannya